Ramadhan 1434 H. 25. Membangun Ukhuwah Islamiyah dalam Berbangsa dan Bernegara.

Muslim menjunjung tinggi nilai persaudaraan, persatuan secara meluas, tanpa dibatasi oleh agama, suku dan wilayah. Demi kemajuan dilancarkan perdagangan, perekonomian, pendidikan antara Negara-negara muslim dengan Negara-negara sekuler, kafir, hal itu bukan masalah yang dilarang dalam ajaran Islam. Demikian juga antara pribadi kepribadi yang berlainan agamna, misalnya muslim dengan keturunan tionghoa yang banyak di Parepare dan lain sebagainya.

كَانَالنَّاسُأُمَّةًوَاحِدَةًفَبَعَثَاللَّهُالنَّبِيِّينَمُبَشِّرِينَوَمُنْذِرِينَوَأَنْزَلَمَعَهُمُالْكِتَا
بَبِالْحَقِّلِيَحْكُمَبَيْنَالنَّاسِفِيمَااخْتَلَفُوافِيهِوَمَااخْتَلَفَفِيهِإِلاالَّذِينَأُوتُو
هُمِنْبَعْدِمَاجَاءَتْهُمُالْبَيِّنَاتُبَغْيًابَيْنَهُمْفَهَدَىاللَّهُالَّذِينَآمَنُوالِمَااخْتَلَفُو
افِيهِمِنَالْحَقِّبِإِذْنِهِوَاللَّهُيَهْدِيمَنْيَشَاءُإِلَىصِرَاطٍمُسْتَقِيمٍ (٢١٣)

Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus Para Nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al Baqarah (2): 213).
 
Muslim menjunjung tinggi nilai yang menuju pembangunan bangsa dan Negara yang diridhahi Allah Swt. sekalipun hal itu masuk kelompok politik.

لَقَدْكَانَلِسَبَإٍفِيمَسْكَنِهِمْآيَةٌجَنَّتَانِعَنْيَمِينٍوَشِمَالٍكُلُوامِنْرِزْقِرَبِّكُمْوَاشْكُرُو
الَهُبَلْدَةٌطَيِّبَةٌوَرَبٌّغَفُورٌ (١٥)

Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya.(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun. (Q.S. Saba (34): 15).

0 komentar :

Ramadhan 1434H. 24. Kerukunan Umat Beragama.

Dalam bertetangga, atau bersama dengan yang berlainan agama, ajaran Islam mengajarkan untuk bersikap baik dan adil, mereka (non muslim) berhak memperoleh hak-hak dan kehormatan sebagai sesama umat, tetangga. Memberi makanan yang halal dan boleh pula menerima makanan dari mereka berupa makanan yang halal. Namun sangat diperlukan kehati-hatian jangan sampai dengan saling memberi makanan lantas ada yang tersinggung, jadi sekiranya bisa saling pengertian maka lebih baik jika unsur makanan dihindari saling memberikan khusus yang sudah dimasak. Dan ajaran Islam mengajarkan memelihara toleransi sesuai dengan prinsip-prinsip yang diajarkan agama Islam.
عَسَى اللَّهُ أَنْ يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِينَ عَادَيْتُمْ مِنْهُمْ مَوَدَّةً وَاللَّهُ قَدِيرٌ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٧)لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (٨)إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (٩)

7. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. dan Allah adalah Maha Kuasa. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.

9. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (Q.S. Al Mumthahanah (60): 7 – 9).

Muslim yakin hidup bersama dengan yang beragama lain dari Islam, bukan sesuatu yang baru, dan bukan sesuatu yang mengganggu pelaksanaan syariat Islam. Suatu prinsip bahwa sesama umat beragama sangat banyak cara hidup yang harus kita kerja samai, tetapi semua yang yang tergolong aqidah, kepercayaan sama sekali tidak boleh dicampur adukkan.
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (١)لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (٢)وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٣)وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (٤)وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (٥)لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (٦)



1. Katakanlah: Hai orang-orang kafir.
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (Q.S. Al Kaafiruun (109): 1-6).

0 komentar :

Ramadhan 23. Kewajiban Menegakkan Amanah.

Muslim yakin menegakkan amanah dan keadilan, dua hal yang suatu kesatuan tidak wajar dipisah dalam semua aspek hidup dan kehidupan sebagai muslim, yang keseluruhannya adalah ibadah kepada Allah Swt.

Sekalipun bisa menimbulkan risiko yang memberatkan diri sendiri misalnya, tidak ada jalan untuk meninggalkan amanah dan adil tersebut. Dengan amanah terjauhlah dari penipuan yang sangat merusak kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, sungguh disesalkan masih banyak pratik-pratik penipuan dewasa ini, masih sering Nampak korban penipuan yang mencelakakan umat manusia.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا (٥٨)

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. An Nisaa (4): 58).

Muslim wajib menumbuhkan dan menggairahkan prilaku amanat dalam hidup dan kehidupan, pada semua lapisan masyarakat teruma para aparatur pemerintah, tokoh masyarakat.



Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: "Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)". Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S. Al Ahzab (33): 15)

Tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak (sempurna) agama seseorang yang tidak menunaikan janji. (H.R. Ahmad).

0 komentar :

ramadhan 1434 H. 22. Islam Mengangkat Martabat Kaum Perempuan.

Syariat Islam mengajarkan kesamaan kaum lelaki dengan kaum perempuan dalam hal hukum, ganjaran di hadapan Allah Swt.Masing-masing memperoleh balasan yang sama atas pengabdian dirinya terhadap Allah Swt. masing-masing mempunyai kewajiban untuk saling memberikan bantuan, pertolongan dalam urusan ketakwaan dan kebaikan.

Syariat Islam mengajarkan kesamaan kaum lelaki dengan kaum perempuan dalam hal tugas keumatan misalnya sama-sama bisa jadi:
  1. Kepala desa, lurah.
  2. Camat, bupati, walikota, gubernur, menteri dan presiden.
  3. Guru, kepala sekolah, kepala kantor.
  4. Ketua, dekan, direktur, rektor.

وَالْمُؤْمِنُونَوَالْمُؤْمِنَاتُبَعْضُهُمْأَوْلِيَاءُبَعْضٍيَأْمُرُونَبِالْمَعْرُ
وفِوَيَنْهَوْنَعَنِالْمُنْكَرِوَيُقِيمُونَالصَّلاةَوَيُؤْتُونَالزَّكَاةَوَيُطِيعُو
نَاللَّهَوَرَسُولَهُأُولَئِكَسَيَرْحَمُهُمُاللَّهُإِنَّاللَّهَعَزِيزٌحَكِيمٌ (٧١)

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. At Taubah (9): 71).

Syariat Islam mengajarkan “jika seorang lelaki melangsungkan hajat pernikahannya, maka ia punya kewajiban memberikan mahar, maskawin pada wanita yang ia nikahi” tidak ada kesewenang-wenangan atau nikah tanpa mahar, maskawin pada perempuan yang akan dinikahi.

وَآتُواالنِّسَاءَصَدُقَاتِهِنَّنِحْلَةًفَإِنْطِبْنَلَكُمْعَنْشَيْءٍمِنْهُنَفْسًافَكُلُوهُهَنِيئًامَرِيئًا (٤)
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan[267]. kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. (Q.S. An Nisa (4): 4).

[267] Pemberian itu ialah maskawin yang besar kecilnya ditetapkan atas persetujuan kedua pihak, karena pemberian itu harus dilakukan dengan ikhlas.

0 komentar :

Ramadhan 21.Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Kota Parepare.

Lingkungan yang dimaksudkan dalam bahasan ini meliputi: - sesama manusia baik pribadi demikian kelompok, termasuk tetangga dan seterusnya, - hewan baik ternak demikian yang liar dan seterusnya, - tumbuh-tumbuhan baik tanaman demikian yang liar dan seterusnya, - dan abiotik secara keseluruhan, terpokok juga adalah pengaturan limbah, selokan khususnya di kota Parepare. Terpokok pula limbah: pasar, rumah sakit, peternakan, pemukiman yang kumuh di kota Parepare.

Semuanya merupakan amanah Allah Swt. kepada umat manusia untuk dimanfaatkan dan dijaga kelestariannya secara terus menerus, sehingga semuanya itu dapat memberikan kesejahteraan hidup baik di dunia demikian di akhirat kelak.

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui. (Q.S. Al Baqarah (2): 22).

[30] Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.

Pada dasarnya orang yang merusak alam termasuk melawan Allah dan Rasul-Nya dan mereka diberi hukuman di dunia, adapun hukuman di akhirat tentu sangat pedih.

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الأرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (٣٣)

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik[414], atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. (Q.S. Al Maaidah (5):33 ).

[414] Maksudnya Ialah: memotong tangan kanan dan kaki kiri; dan kalau melakukan lagi Maka dipotong tangan kiri dan kaki kanan.

Pengrusakan yang meliputi:- membakar hutan, - membom ikan di laut, - mendirikan bangunan di tempat terlarang, membuang limbah pada bukan tempatnya, dan lain sebagainya adalah bukti tidak bagusnya kordinasi pemerintahan yang meliputi Presiden sampai tingkat R.T. Kapolri sampai Kapolsek, termasuk para tokoh masyarakat, dan lain sebagainya.

0 komentar :

Ramadhan 20. Memberdayakan Masjid.

Muslim yakin, mesjid: milik Allah Swt. tempat sujud, mengabdi kepada Allah Swt. dalam arti yang luas. Mesjid wajib dipelihara sehingga berdaya guna dan lestari adanya.

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا (١٨)

Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. (Q.S. Al Jin (72):18).

Muslim berkewajiban memberdayaan, memakmurkan mesjid dengan dasar beriman, bertakwa dengan sbenar-benarnya, mengaktifkan berbagai kegiatan keagamaan di mesjid, yang pokok jaga kersihannya.

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (١٨)

Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. At Taubah (9):18).

Mesjid memiliki urgensi, kedudukan besar dan agung dalam masyarakat umumnya dan masyarakat Islam khususnya, sehingga disadari kurang sempurna adanya jika mesjid hanya digunakan untuk shalat.

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ (٣٦)رِجَالٌ لا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالأبْصَارُ (٣٧)

36. Bertasbih [1041] kepada Allah di msjid-mesjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. 37. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Q.S. An Nuur (24):36-37). [1041] Yang bertasbih ialah laki-laki yang tersebut pada ayat 37 berikut.

Semoga

0 komentar :

BAB II TUJUAN IBADAH DALAM KEHIDUPAN.

Sesungguhnya ibadah menanamkan tiga, tetapi kadang nampaknya seakan dua pilar sentral pada manusia sehingga pribadi tersebut tidak dapat berpisah dengan Allah Swt. dalam keyakinannya, yaitu:

1. Hubb (cinta) pada Allah Swt. Cinta (hubb) harus disertai dengan sikap rendah diri, jauh dari sombong, angkuh, takabur dan lain sebagainya sifat terhina dalam Islam.

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِى ٱللَّهُ بِقَوۡمٍ۬ يُحِبُّہُمۡ وَيُحِبُّونَهُ ۥۤ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَـٰفِرِينَ يُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآٮِٕمٍ۬‌ۚ ذَٲلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ (٥٤)

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui. (Q. S. Al-Maidah (5): 54). Dan firman yang lain-Nya yang lain:

Mukmin sejati sungguh besar dan mendalam cintanya semata kepada Allah Swt.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادً۬ا يُحِبُّونَہُمۡ كَحُبِّ ٱللَّهِ‌ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَشَدُّ حُبًّ۬ا لِّلَّهِ‌ۗ وَلَوۡ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِذۡ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ أَنَّ ٱلۡقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعً۬ا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعَذَابِ (١٦٥) 
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu [106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Q.S. Al-Baqarah (2): 165).

[106] Orang yang zhalim: orang-orang yang menyembah selain Allah.

2. Khauf (takut) dibarengi dengan raja’ (harapan) mendalam terhadap Allah Swt. sehingga pribadi yang bersangkutan senantiasa penuh hatinya dengan rasa takut melanggar aturan Allah Swt. Dan demikian juga hatinya selalu dipenuhi rasa optimis, yakin ia pun akan senantiasa diberi pemeliharaan oleh Allah Swt. dalam segala amalannya. Muslim dalam setiap ibadah harus terkumpul dua unsur ini.

وَلۡيَخۡشَ ٱلَّذِينَ لَوۡ تَرَكُواْ مِنۡ خَلۡفِهِمۡ ذُرِّيَّةً۬ ضِعَـٰفًا خَافُواْ عَلَيۡهِمۡ فَلۡيَتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡيَقُولُواْ قَوۡلاً۬ سَدِيدًا (٩)
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (Q.S. An Nisaa (4): 9).

Muslim, mukmin mendalam rasa takutnya hanya kepada Allah Swt. sekalipun ada yang mengancam dia untuk dibunuh.

لَٮِٕنۢ بَسَطتَ إِلَىَّ يَدَكَ لِتَقۡتُلَنِى مَآ أَنَا۟ بِبَاسِطٍ۬ يَدِىَ إِلَيۡكَ لِأَقۡتُلَكَ‌ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢٨)
Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku (Habil) sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu (Qabil) untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. (Q.S. Al Maaidah (5): 28).

Dorongan ibadah sehingga muslim, mukmin dalam tindakannya senantiasa dengan aturan Islam, selalu takut pada azab Allah Swt. penuh harap akan ampunan dan ridha Allah Swt.

قُلۡ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّى عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ۬ (١٥) 
Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku. (Q. S. Al An’aam (6): 15).

ٱلۡمَالُ وَٱلۡبَنُونَ زِينَةُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا‌ۖ وَٱلۡبَـٰقِيَـٰتُ ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ خَيۡرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابً۬ا وَخَيۡرٌ أَمَلاً۬ (٤٦)
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Q.S. Al Kahfi (18): 46).

Semoga

0 komentar :

Ramadhan 19. Keutamaan Sabar dan Syukur.

1) Muslim yakin: musibah mutlak dari Allah Swt. dan wajib diterima dengan penuh tawakkal, kesabaran, ketahanan sehingga Allah memberikan keselamatan dunia dan akhirat.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥)الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦)أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧)

155. dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. 156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"[101]. 157. mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al Baqarah (2): 155-157).

[101] Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.

2) Muslim yakin bahwa bersyukur: memahami dengan baik, memelihara dengan baik, memanfaatkan dengan baik nikmat yang diberikan oleh Allah Swt. seperti: kesehatan, jasmani dan rohani dan lain sebagainya, pasti Allah menambahkan lagi yang lebih dari apa yang telah ada. Penting muslim memahami dengan baik pengertian sederhana syukur di atas sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pelaksananaan syukur dalam kehidupan.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (٧)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahiim (14): 7).
Semoga

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 18. Meraih Kemuliaan Lailatul Qadri.

Muslim meyakini: yang meraih Kemuliaan Lailatul Qadri, pasti puas, memiliki martabat yang tinggi dunia dan akhirat.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١)وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢)لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣)تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤)سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan [1593]. 2. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Q.S. Al Qadr (97): 1-5).

[1593] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadar: suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.

Muslim yakin, bulan ramadhan penuh: berkah, ampunan, dan pahala kasih sayang pada hamba-Nya. Dijamin oleh Allah Swt. muslim yang menunaikan rukun Islam yang keempat, puasa sebulan penuh, mungkin 29, atau 30 hari dengan tulus dasar iman dan penuh harap semata-mata pada ridha Allah Swt. mereka dibalasi: ampunan atas dosanya, tentu dengan terampuninya dosa, ridha-Nya yang diberikan, mereka pasti puas.

 
Barang siapa berpuasa ramadhan dengan keimanan dan berharap pahala (ridha) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (H.R. Bukhari).

Siapa yang ibadahnya berdasarkan Al Qur’an yang turun dalam tempo 23 tahun yang terdiri dari isi: 30 Juz dan 114 Surah serta 6.234 ayat, ia menyamai ibadah selama 1000 bulan, setara umur manusia kurang lebih 83 tahun 4 bulan. Ini adalah pahala yang besar. Dan memberikan kemuliaan di dunia dan terlebih kelak di akhirat, secara abadi di surga Allah Swt. Sebagai buah dari ketakwaan yang ia miliki.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (١٣)

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al Hujraat (49): 13).

Semoga

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 17. Hikmah Nuzulul Qur’an.

Dalam membicarakan Hikmah Nuzulul Qur’an hampir semua ulama mengambil pokok, dasar keterangan dari Q.S. Al Qadr (97): 1-5, tetapi bahasan lebih luas, kadang ada beberapa coraknya. Walau dengan beberapa corak bahasan namun dapat dipastikan bahwa intinya “muslim wajib menjadikan Al Qur’an sebagai dasar pokok dalam hidup dan kehidupan, sebagai wujud pengabdian, ibadah baik umum demikian khusus” terhadap Allah Swt.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١)وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢)لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣)تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤)سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan [1593]. 2. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Q.S. Al Qadr (97): 1-5).

[1593] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadar: suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.

1. Malam itu disepakati ulama dan cendekiawan muslim, bahwa berada pada bulan Ramadhan, ini pula yang menjadi keutamaan bulan ramadhan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٨٥)

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Q.S. Al-Baqarah (2): 185).

2. Dengan pemahaman tersebut, menjadi pilihan utama bagi muslim bersikap aktif pada Al Qur’an dengan:
  1. Meyakini Al Qur’an & Al Hadits.
  2. Memiliki Al Qur’an & Al Hadits dengan usaha membeli sesuai anggota keluarga yang serumah, jangan cuma satu untuk satu rumah tangga.
  3. Membaca Al Qur’an & Al Hadits yang senantiasa dipandu oleh kepala rumah tangga, atau yang ditunjuk untuk itu.
  4. Memahami Al Qur’an & Al Hadits dibawa panduan kepala rumah tangga, atau yang ditunjuk untuk itu.
  5. Mengamal Al Qur’an & Al Hadits dibawa panduan kepala rumah tangga, atau yang ditunjuk untuk itu. 
Semoga

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 16. Kewajiban Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah.

Muslim meyakini, memahami ibadah haji termasuk rukun Islam yang kelima, sehingga menjadi kewajiban bagi muslim yang telah sanggup: kesehatan, ongkos naik haji (ONH), dan kondisi wilayah aman.


Artinya: Islam dibina atas lima dasar: 1. Syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, 2. Dan mendirikan shalat, 3. Dan membayar zakat, 4. Dan berpuasa di bulan Ramadhan, 5. Dan Pergi haji ke Baitullah bagi yang mampu. (HR. bukhari dan Muslim).

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (٩٧)

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim[215]; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah[216]. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Q.S. Ali Imran (3): 97).

215) Ialah: tempat Nabi Ibrahim A.S. berdiri membangun Ka'bah.
216) Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman.
Umrah yakni: mengunjungi baitullah, waktunya cukup lama bahkan hampir sepanjang waktu kecuali hari Arafah dan 4 (empat) hari sesudahnya, sebagian ulama mengatakan waktu itu makruh melakukan umrah bagi orang yang bukan jamaah haji karena mengganggu jamaah yang sedang menunaikan ibadah haji.

Amalan bagi yang umrah: ihram, thawaf, sa’I, bercukur, tahallul dan lain-lain.

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ … (١٩٦)

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. … (Q.S. Al baqarah (2): 196). 
Semoga

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 15. Pentingnya Akhlakul Karimah bagi Umat.

Muslim meyakini, memahami bahwa ajaran Islam secara hakiki salah satu pokok di utusnya Muhammad Saw. adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia manusia, dengan akhlak mulia yang bersangkutan memperoleh keuntungan yang tiada putus-putusnya. Pengikut Muhammad Saw. berkewajiban menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nila akhlak mulia dalam kehidupan.

وَإِنَّ لَكَ لأجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ (٣)وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ (٤)

3. Dan Sesungguhnya bagi kamu (Muhammad Saw.) benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. 4. Dan Sesungguhnya kamu (Muhammad Saw.) benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S. Al Qalaam (68): 3-4).

Muslim wajib menteladani Muhammad Saw. dalam berbagai aspekhidup dan kehidupan, termasuk dalam hal akhlak mulia.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١)

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al Ahzab (33): 21).

Semoga

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 14. Mewaspadai Aksi: Teroris, Radikalisme dan Aliran Sesat.

Muslim meyakini, memahami bahwa ajaran Islam secara hakiki: selamat dan memberikan keselamatan, berkah dan memberkahi alam semesta. Muslim meyakini, memahami bahwa secara tegas jika sesuatu yang sifatnya dzalim dan mendzalimi, kacau dan mengacaukan, jelas itu bukan lagi ajaran Islam yang bersumber pada Al Qur’an dan As Sunnah Rasulullah Saw. yang dicontohkan oleh Muhammad Saw.

Bukti lewat media massa dalam berbagai bentunya, ternyata dewasa ini pelaku kerusakan luar biasa banyak macamnya: ada yang beralasan agama, ada yang beralasan menegakkan kedaulatan dan lain sebagainya, muslim berkewajiban:

1) Senantiasa mewaspadai apapun bentuknya yang merusak ajaran Islam yang murni, baik dari dalam negeri demikian dari luar negeri.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (Q.S. Ali Imran (3): 200).

2) Senantiasa menanam dan memelihara kekuatan lahir dan batin, perorangan, keluarga, kelompok bahkan lebih khusus Negara (TNI dan POLRInya) untuk menghadapi perusak masyarakat dan bangsa.

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لا تُظْلَمُونَ (٦٠)

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (Q.S. Al Anfaal (8): 60).

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 13. Kewajiban Beramar Ma’ruf dan Bernahi Munkar.

Muslim yakin agama Islam adalah agama nasihat, penganutnya berkewajiban memberikan nasihat kebaikan, nasihat menjauhkan kemunkaran.

1) Muslim berkewajiban mengajak untuk: mayakini, mendalami, mengamalkan, dan menyampaikan pada orang lain tentang ajaran agama Islam secara terus-menerus sesuai dengan kesanggupannya.

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (١٢٥)

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. AnNahl (16): 125).

[845] Hikmah: Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

2) Muslim berkewajiban mengajak untuk meyakini, memahami, mengamalkan kebaikan dan mencegah kejahatan secara terus-menerus sesuai dengan kesanggupannya.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (١١٠)

Kamu (mukmin) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S. Ali Imran (3): 110).
 
Semoga

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 12. Membangun Semangat Kerja yang Islami.

Muslim berkewajiban kokohkan perencanaan tentang apa yang akan dikerjakan, sehingga tidak terkesan bekerja dengan tiba masa tiba akal, bekerja secara kebetulan. Berkerja tentu dengan tujuan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pokok, bekerja dengan niat adalah menunaikan ibadah pada Allah Swt.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (١٨)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al Hasyr (59): 18).
Kokohkan kerja sama dalam kebaikan dan takwa dan jangan kerja sama dalam dosa dan permusuhan.

…وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢)

… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Q.S. Al Maaidah (5): 2).

Kokohkan semangat bersaing dalam kebajikan dengan cara islami.

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَمَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١٤٨) 
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan, di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al Baqarah (2): 148).

Semoga

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 11.Makanan Halal dan Haram Menurut syariat Islam.

Muslim yakin pengadaan bahan makanan beragam, yang penting prosesnya sesuai dengan ajaran Islam, mungkin dengan cara: tani, dagang, pertukangan, pegawai dan lain sebagainya, tidak jadi masalah. Sekali lagi yang pokok semuanya dijiwai dengan iman dan takwa kepada Allah Swt.


فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلالا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang Telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu Hanya kepada-Nya saja menyembah (Q.S. An Nahl (16) : 114).


إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (١٧٣)

Sesungguhnya Allah Hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[108]. tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Baqarah (2): 173)

[108] Haram juga menurut ayat ini daging yang berasal dari sembelihan yang menyebut nama Allah tetapi disebut pula nama selain Allah. 
Tegas bahwa sembelihan yang halal bagi muslim hanya:
  1. Niat menyembelih karena lauk pauk.
  2. Niat menyembelih karena Aqikah, 2 ekor kambing pada hari ketujuh dari lahirnya seorang bayi laki-laki. Dan seekor kambing pada hari ketujuh dari lahirnya seorang bayi perempuan.
  3. Niat menyembelih karena qurban: seekor kambing untuk seorang muslim, seekor sapi, kerbau, untuk untuk tujuh orang muslim pada hari: 10, 11, 12, 13, zulhijjah.
  4. Niat menyembelih karena dam (denda) bagi jamaah haji tamattu. 
Semoga 

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 10. Membentuk Keluarga Sakinah, keluarga yang penuh ketenangan dan dinamika kehidupan yang Islami.

Muslim memandang setidaknya ada 2 (dua) hal pokok yang mutlak ada dalam usaha membentuk

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 9. Kewajiban Orang Tua dan Anak

Kewajiban orang tua terhadap anaknya (khususnya saat anak masih belum baligh, dewasa), mewaspadai agar jangan menjadi keturunan yang lemah dalam hidup dan kehidupannya. Muslim mengaktifkan pendidikan: informal, non formal, formal, ketiga-tiganya diaktifkan sesuai kemampuan.

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا (٩)

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar. (Q.S. An Nisaa (4): 9).

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى (١٣٢)

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Q.S. Thaha (20): 132).

Kewajiban anak (khususnya saat anak sudah balik, dewasa) terhadap orang tuanya, termasuk orang yang sudah tuanya, tetap berkewajiban terhadap orang tuanya. Kewajiban tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan orang tua dan kemampuan yang dimiliki (anak).

وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (١٤)

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman (31): 14).

[1180] Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 8. Pentingnya Doa dan Ikhtiar dalam Segala Aktivitas.

Muslim berdoa: suatu kewajiban yang menyertai semua ikhtiar dalam segala kegiatannya, berdoa dengan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut, suara yang cukup didengar dengan telinga sendiri, tidak dengan mengganggu orang di samping.
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (٥٥)
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[549]. (Q.S. Al ‘araaf (7): 55). 
[549] Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ (٢٠٥)
Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai. (Q.S. Al ‘araaf (7): 205).

Dengan doa muslim semakin murni dalam pengabdian dan permohonan secara utuh hanya kepada allah Swt.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥)اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦)صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (٧)
5. Hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[7]. 6. Tunjukilah[8] Kami jalan yang lurus, 7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9] (Q.S. Al Fatihah (1): 5-7). 
6)   Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan, Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya. 
7)      Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri. 
8)      Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar, bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik. 
9)      Mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat: semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 7. Shalat dan Keutamaannya.

Pahami shalat dan dirikan dengan sempurna, terus-menerus mengajarkan shalat pada keluarga dan kepada siapa saja, dengan khusyu’ yang mendalam yakni sengaja melakukan ibadah tersebut semata-mata karena mengikuti perintah Allah Swt. dan petunjuk Rasulullah Saw.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى


Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Q.S. Thaha (20) : 132).

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ
(Yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya, (Q.S. Al Mu’minun (23) : 2).

B. Baca dan pahami isi Al Qur’an dan dirikan shalat, tinggalkan keji dan munkar, dipelihara dengan penuh kehati-hatian tentang shalat dan seluruh rangkaiannya, jangan dirusak dengan penyakit jiwa, batin yaitu: iri hati, dengki, sombong, takabur, munafik dan lain sebagainya.
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al Ankabut (29) : 45).
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ


Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (Q.S. Al Mu’minun (23) : 9)

C. Dirikan shalat tepat waktu secara terus-menerus, hati-hati mesti banyak halangan, baik bisikan dari dalam demikian pengaruh terang-terangan dari luar diri kita.


فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Q.S. An Nisaa (4) : 103).

الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلاتِهِمْ دَائِمُونَ

Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, (Q.S. Al Ma’aarij (70) : 23)

Jangan mendirikan shalat seperti golongan orang munafik: mendirikan shalat dengan malas sehingga mereka menunda-nunda waktu pelaksanaan shalatnya.
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلا 

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka [364]. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya [365] (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali [366]. (Q.S. An Nisa (4): 142).

364) Maksudnya: Allah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani para mukmin. Dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka, pembalasan tipuan mereka itu.
365) Riya: melakukan sesuatu tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat.
366) Maksudnya: mereka shalat hanyalah sekali-sekali saja, yaitu bila mereka berada di hadapan orang.

Semoga

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 6.Thaharah Menurut Islam.

Thaharah menurut bahasa: membersihkan diri. Sedang menurut istilah: bersuci dengan cara-cara yang telah ditentukan oleh syara’ guna menghilangkan segala najis dan hadats. 
Pelaksanaan thaharah, ajaran Islam mengaturnya secara terperinci, muslim melaksanakannya secara tepat.

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 5.Pendayagunaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah.

Muslim menyadari dengan mendalam kegunaan ibadah: zakat, infaq, dan shadaqah sehingga persyarikatan Muhammadiyah sedini mungkin mendirikan panti asuhan anak yatim di berbagai wilayah, daerah sebagai sarana pelaksanaan ibadah tersebut.

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 4.Kewajiban Menunanikan Zakat.

Menunaikan ibadah zakat jiwa dan zakat harta sebagai suatu kewajiban, termasuk bagian pokok dari kewajiban menolong sesama umat, khususnya yang berhak menerima pembagian zakat. Ibadah zakat menjadi pendorong jiwa muslim untuk semakin meningkatkan jiwa sosialnya. Muslim berharap kiranya pemerintah dapat mengelola dengan setepatnya sehingga ibadah zakat tersebut betul-betul berdaya guna bagi yang memerlukan bantuan tersebut.

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 3. Ibadah Puasa Membentuk Manusia Bertakwa.


Muslim yakin bahwa derajat tertinggi bagi mukmin adalah ketakwaan pada Allah Swt. para muttaqin dimuliakan oleh-Nya dan umat manusia memberikan martabat yang baik.

0 komentar :

Ramadhan 1434 H. 2. Sebab-sebab Batal dan Kurang Pahala Puasa.

Muslim sangat berhati-hati agar tidak terjebak oleh perbuatan sia-sia sehingga dalam menjalankan ibadah, termasuk puasa ia senantiasa mawas diri agar ibadahnya tersebut tidak batal dan bahkan mendapat ridha dan diterima oleh Allah Swt. sehingga mengantarkan pada ketakwaan.
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ (١٨٧)
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf [115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (Q.S. Al Baqarah (2): 187).
[115] I'tikaf: berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.
وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (٣)
Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (Q.S. Almu’minuun (23): 3).

Hal-hal pokok yang membatalkan puasa:
  1. Bercampur dengan isteri (pada siang hari).
  2.  Memperturutkan hawa nafsu, sehingga melanggar aturan Islam.
  3.   Makan minum mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
  4.   Berbuat, berkata dusta atau melakukan sesuatu yang sia-sia.  
Semoga

0 komentar :