Peningkatan Paham Agama menurut Muhammadiyah (2)

Pengajian Lembaga Pengkajian dan Pengamalan IslamUniversitas Muhammadiyah Parepare.
Hari, Tanggal: Jum’at,18 Januari 2013
Jln.Jenderal Ahmad Yani Km.06 Kampus II UMPAR
Protokol : Muhammad Nur Maallah, S.Ag
Pembaca Ayat-ayat Suci Al-Qur’an: Samsul Panting
Pemateri : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, K.H. Andi Iskandar Tompo
(Editor: Sawaty Lambe)


Peningkatan Paham Agama menurut Muhammadiyah (2)


Civitas Akademika UMPAR dan Warga Persyarikatan Muhammadiyah Parepare memadati ruang Auditorium Kampus II UMPAR, mengikuti ceramah dengan bahasan pokok “Pentingnya Akhlakul Karimah dalam Mengelola Amal Usaha Muhammadiyah.

Ketua LP2I UMPAR, Sawaty Lambe dalam sambutan mewakili PDM Parepare menegaskan, kerusakan moral warga NKRI dewasa ini sangat terkait langsung dengan akhlakul karimah yang sudah sangat kurang pada sebagian tokoh bangsa Indonesia sendiri. Misalnya pengadaan narkoba termasuk minuman yang memabukkan, rumah judi, rumah wts dan lain sebagainya. Semuanya bukan atas karya anak muda, atau remaja dan lain sebagainya. Dan akibat dari adanya itu semua adalah kerusakan moral seperti: ramainya korupsi, berselingkuh, narkoba, judi, tawuran, permusuhan dan lain sebagainya, yang semuanya adalah pekerjaan setan.

90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. 91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Q.S. Al Maaidah (5): 90-91).


[434] Al Azlaam: anak panah yang belum pakai bulu. Orang Arab jahiliyah menggunakannya untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya: mereka ambil tiga buah anak panah itu. Setelah ditulis masing-masing yaitu: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. Bila mereka hendak melakukan sesuatu, maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian diulang sekali lagi.
K.H. Andi Iskandar Tompo dalam ceramahnya menjelaskan:

1. Persyarikatan Muhammadiyah jaya dan memberikan manfaat yang besar pada kehidupan dunia dan akhirat bagi warga khususnya dan umat manusia umunya. Kejayaan dan manfaat yang besar tersebut sebagai buah dari adanya para pengelola organisasi dan amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah dengan penuh keikhlasan memiliki dan memelihara pengamalan akhlakul karimah yang dicontohkan Rasulullah Saw.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al Ahzab (33): 21).

2. Andi Iskandar Tompo memberikan contoh dengan menjelaskan bagaimana kita mengambil satu pelajaran dari apa yang menjadi kebiasaan serangga yaitu lebah dalam hal:
  1. Mencari makanan dengan mengisap berbagai macam sari pati bunga, tanpa mengadakan kerusakan pada bunga tersebut, bahkan bunga itu seterusnya menjadi buah yang sehat.
  2. Membuat sarang dengan sangat rapi yang terdiri dari bentuk segi enam, diagonal dan yang paling menakjubkan karena jika lebah membuat sarang yang beragam lebarnya, luasnya, mereka masing-masing memulai dari pinggir, akhirnya ketemu di tengah dengan tidak ada yang salah, semua bertemu dengan sangat rapi, seperti ada koordinasi yang sangat cerdas dan mantap.
  3. Mengeluarkan madu yang mengandung penyembuhan bagi manusia.
Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu), dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Q.S. An Nahl (16): 69).

3. Andi Iskandar Tompo selanjutnya memberikan contoh dengan menjelaskan bagaimana kita mengambil satu pelajaran dari nilai dan manfaat yang dikandung oleh: tumbuhan kurma, dan atau kelapa yakni semua bagiannya seperti: buah , pelepah bersama daunnya, pohon beserta akar-akarnya. Pokoknya tumbuhan tersebut sangat mengandung banyak sekali manfaat untuk kehidupan umat manusia, demikian kita harapkan bagi segenap pengelola Perserikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah. Secara pribadi sangat mantap dalam: aqidah, akhlakul karimah, ibadah dan muamalah duniawiyah sehingga semua secara utuh dapat membuahkan manfaat bagi diri dan lingkungannya.

553 Diriwayatkan daripada Abu Musa R.A. katanya: Nabi Saw. telah bersabda: Pada setiap orang muslim terdapat sedekah. Baginda ditanya: Apa pendapat kamu jika seseorang itu tidak mempunyai apa-apa untuk disedekahkan?. Rasulullah Saw. bersabda: Dia berusaha menggunakan kedua tangannya, sehingga dia dapat memberi manfaat untuk dirinya dan bersedekah. Baginda ditanya lagi: Apa pendapat kamu jika dia tidak mampu? Rasulullah Saw. bersabda: Dia mampu membantu orang yang memerlukan pertolongan. Baginda ditanya lagi: Apa pendapat kamu jika dia juga tidak mampu?. Rasulullah Saw. bersabda: Dia mampu melakukan kebaikan. Baginda ditanya lagi: Apa pendapat kamu jika dia tidak mampu melakukannya juga?. Rasulullah Saw. bersabda: Dia menahan diri dari melakukan keburukan, maka itu juga dikira sebagai sedekah.

Hadits 553:

1) H R Bukhari dlm Kitab Zakat Hadits No: 1353, Etika Hadits No: 5563.
2) H R Muslim dlm Kitab Zakat Hadits No: 1676.
3) H R Nasaie dlm Kitab Zakat Hadits No: 2491.
4) H R Ahmad Ibnu Hambal dlm Kitab Juzuk 4 Muka Surat 395, 411.
5) H R Ad Darimi dalam Kitab Lemah Lembut Hadits No: 2629.

4. Dengan akhlakul karimah dan semangat untuk menghasilkan manfaat, warga dan simpatisan Muhammadiyah meningkatkan amalan sosial. Amalan sosial pada semua lapisan masyarakat terlebih kepada anak-anak yatim, anak terlantar. Paling tidak setiap bertemu dengan anak-anak tersebut ada usaha memberikan harapan pada mereka, setidaknya mengusap kepala sambil menyampaikan kata-kata yang dapat membangkitkan semangat hidup mereka, ini semua merupakan amalan yang secara awal ditanamkan KH. Ahmad dahlan saat mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah, 08 Dzulhijjah 1330 H, 18 November 1912 M. dengan tujuan “menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.

1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. 2. Itulah orang yang menghardik anak yatim, 3. dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin. 4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, 6. Orang-orang yang berbuat riya[1603], 7. Dan enggan (menolong dengan) barang berguna[1604]. (Q.S. Al Maa’uun (107): 1-7).
[1603] Riya: melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat. [1604] Sebagian mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.


5. Andi Iskandar Tompo, mngakhiri ceramahnya dengan memesankan agar ditingkatkan akhlakul karimah shalat berjamaah, dengan ibadah shalat berjamaah kita tidak akan takut pada musuh dan bahkan musuhlah yang takut pada kita. Dengan demikian Persyarikatan Muhammadiyah semakin jaya dalam membangun pribadi dan masyarakat pada umumnya, terwujudlah masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dan menjadi rahmatan lil’alamiin.
Semoga.

0 komentar :