KHUTBAH IDUL FITRI 1434 H. POTENSI MANUSIA MENURUT ISLAM (Disampaikan di Lapangan SMAN 3 Parepare)


 

 Allah Maha Besar 2x tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar 2x dan bagi Allah segala Puji.

Hadirin jama’ah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. Bulan yang penuh ampunan, dan kasih sayang Allah Swt. bulan Ramadhan 1434 H. kita (muslim) lewati sebulan penuh dalam jumlah hari 30. Semoga dengan ibadah puasa itu yang ditambahkan lagi dengan berbagai amalan-amalan suci yang kita lakukan atas dasar iman dan harap ridha Allah Swt. terwujudlah pribadi, keluarga dan masyarakat serta bangsa kita sebagai masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

 
Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan berharap pahala (ridha) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (H.R. Bukhari).

Pilihan utama bagi kita setelah berlalu waktu di atas adalah bagaimana agar 11 (sebelas) bulan kita lewati hingga tiba lagi Ramadhan 1435 H. pribadi, keluarga, masyarakat kita tetap dan bahkan semakin kokoh dalam muttaqin sejati. Muttaqin yang dijanjikan kemuliaan dunia dan akhirat oleh Allah Swt. Pilihan tersebut dikokokhkan dengan kerja keras, bantu-membantu bahkan jihad fisabilillah, sehingga bertambah kualitas takwa yang kita miliki.

…وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢)

…dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Q.S. Al Maaidah (5): 2).
 
Allah Maha Besar 2x tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar 2x dan bagi Allah segala Puji.

Hadirin jama’ah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

Kita kokohkan usaha sadar dan terencana dengan baik serta sistematis, kita berharap agar ketakwaan dapat lebih meningkat, maka perlu ada pemahaman, keyakinan kita yang mendasar tentang potensi (daya, kemampuan) yang dimiliki oleh setiap pribadi, mengenal potensi manusia, termasuk potensi diri kita, sebagai berikut:

Manusia terdiri dari: jasmani dan rohani, kedua-duanya sama mempunyai potensi serta satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Jika pisah, maka manusia menjadi mayat, jenazah, tidak punya potensi lagi, khususnya di dunia. Jika manusia jadi jenazah, maka baginya sisa memetik hasil dari apa yang mereka lakukan sepanjang hidup dewasa sadarnya. Muslim yakin potensi manusia membuahkan: surga, atau neraka bagi seseorang yang bersangkutan secara mutlak. Di sinilah dibutuhkan arahan, keteladanan pimpinan baik non formal tokoh agama, tokoh masyarakat demikian dari pimpinan formal, pemerintah mulai dari tingkat pusat sampai tingkat daerah seperti: walikota atau bupati.

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (٦)فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (٧)وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (٨)فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (٩)وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ (١٠)نَارٌ حَامِيَةٌ (١١)

6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya.
7. Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya.
9. Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
10. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
11. (yaitu) api yang sangat panas. (Q.S. Al Qaari’ah (101): 6-11).

Potensi, kekuatan yang dimiliki manusia antara lain yang sangat pokok adalah:
1. Secara sederhana, dipahami manusia itu adalah makhluk Allah Swt. yang terdiri dari dua unsur pokok sehingga berpotensi besar. Manusia dapat memakmurkan dunia jika tidak ada penyimpangan dari fitrah kejadiannya. Dan dapat menghancurkan peradaban besar sekalipun jika dia menyimpang dari ketentuan fitrah kejadiannya.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ (٣٠)

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui [1168]. (Q.S. Ar Ruum (30): 30).

[1168] Fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantaran pengaruh lingkungan.

Salah satu keterangan agak rinci tentang Allah menciptakan tubuh manusia, anak, cucu keturunan Adam A.S. yakni:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ (١٢)ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (١٣)ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (١٤)

12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. 13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). 14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (Q.S. Al Mu’minun (23): 12-14).

Secara sederhana dipahami saripati yang berasal dari tanah yakni sperma laki-laki (ayah) dan ovum perempuan (ibu), adalah vitamin yang berasal dari berbagai makanan, minuman yang dikonsumsi ayah dan ibu yang bersangkutan. Dengan dorongan iman dan takwa sehingga sangat berhati-hati, mereka menilai benar terlebih dahulu baik proses demikian materinya baru ia makan dan minum, jika halal, jika haram, paling tidak meragukan maka ia tinggalkan, tidak dimakan dan diminum.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأرْضِ حَلالا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (١٦٨)

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Q.S. Al Baqarah (2): 168).

Allah Maha Besar 2x tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar 2x dan bagi Allah segala Puji.

Hadirin jama’ah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

2. Setelah penciptaan tubuh manusia, maka Allah Swt. meniupkan roh, terbentuklah organ yang berpotensi untuk: pendengaran, penglihatan, hati yang dengan kuasa Allah, maka terciptalah yang sangat menentukan arah hidup manusia yaitu hati yang terbimbing oleh Allah Swt. diberi julukan mata hati.

Dengan mata hati yang tajam atas hidayah Allah Swt. seorang mempunyai potensi yang luar biasa. Bayangkan jika seorang tokoh umat, tokoh bangsa terbuka mata hatinya, insya Allah luar biasa kebajikan yang ia lakukan demi kejayaan umat manusia pada khususnya dan alam semesta pada umumnya.

Sebaliknya jika hati tidak mendapatkan hidayah Allah Swt. maka yang terjadi adalah penghancuran, kedzaliman, penipuan, korupsi, permusuhan yang susah dihentikan.

ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ (٩)

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (Q.S. As Sajdah (32): 9). Bersyukur: memahami, memelihara dan memanfaatkan nikmat dari Allah Swt. agar berpotensi benar.

Allah Maha Besar 2x tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar 2x dan bagi Allah segala Puji.

Hadirin jama’ah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

3. Setelah penyatuan antara tubuh dengan roh anak cucu keturunan Adam tersebut, maka dihadapkan padanya satu potensi. Potensi yang sangat menentukan beriman atau kafir yang bersangkutan saat dewasanya.

Jika janji, ikrar beraqidah tauhid, meng-Esa-kan Allah Swt. fitrah manusia, ditaati, pribadi tersebut jadi muttaqin, bersungguh-sungguh dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, demikian juga menjauhkan dan bahkan memusnakan apa-apa yang menjadi larangan Allah dan Rasul-Nya di tengah-tengah masyarakat yang serba aneka macam ragamnya budaya.

Jika ingkar, membangkang, berpaling, maka ia tergolong kafir, pengikut thaghuth, syetan. Mungkin saja mereka kelihatan bahagia di dunia tetapi pasti sengsara di akhirat secara abadi.

Dalam kondisi tersebut sangat diperlukan pendidikan informal dari ibu dan ayah di tengah-tengah keluarga. Sehingga terwujudlah keluarga sakinah, keluarga yang penuh ketenangan, penuh bimbingan Agama Islam, keluarga bersinar dengan suara mengaji, dan ibadah lainnya di bawah hidayah Allah Swt.

Keluarga yang jelas mempersiapkan generasi menuju terwujudnya muttaqin sejadi, jaya di tengah-tengah peradaban yang mungkin saja penuh dengan pengaruh thaghuth, syetan yang kuat.

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (١٧٢)

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke-Esa-an Tuhan)", (Q.S. Al ‘Araf (7): 172).

Allah Maha Besar 2x tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar 2x dan bagi Allah segala Puji.

Hadirin jama’ah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

4. Manusia memasuki alam dewasa, mereka terbebani dengan syariat Islam. Ajaran dari Al Qur’an dan Hadits yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Saw. skopnya adalah rahmatan lil’alamiin, membawa kelestarian, keselamatan untuk alam semesta. Manusia bersyariat pada dasarnya ia istiqamah pada fitrahnya.

Syariat Islam yang mencakup semua aspek hidup muslim, baik ibadah umum, termasuk hal berpakaian, demikian ibadah khusus. Dengan amalan syariat tersebut manusia memiliki potensi besar, menentukan bahagia dunia dan akhirat. Dan dengan menyimpang atau berpaling dari ajaran tersebut akibatnya menderita, sengsara dunia dan akhirat. Sebagai contoh dalam hal berbusana, berpakaian:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٥٩)

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya [1232] ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Ahzab (33): 59). [1232] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

Persoalan pakaian itu mudah membukakan pintu syetan pada seorang, sehingga mudah melupakan amanah yaitu pemimpin rumah tangga yang sedang ia bina dan lain sebagainya. Tidak sedikit, bahkan kadang seorang pejabat berurusan dengan persidangan, kadang harus turun dari jabatan sekalipun itu DPR RI misalnya. Hanya karena menonton film yang terbuka auratnya, atau film porno yang tidak menghiraukan fungsi pakaian sebagai penutup aurat.
Allah Maha Besar 2x tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar 2x dan bagi Allah segala Puji.

Hadirin jama’ah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah. 

5. Dengan ketaatan, takwa yang sempurna, seorang memiliki potensi yang besar dunia dan akhirat yang diibaratkan oleh Allah Swt. sebagai sebuah kebun yang subur sehingga dapat menghasilkan dua kali lipat dari hasil yang biasa. 

Mereka memiliki potensi yang tidak hanya untuk dirinya di dunia tetapi sangat jelas untuk orang lain, setidaknya keluarga dan bahkan masyarakatnya juga ada manfaatnya.

Muttaqin tersebut senantiasa berbuat kebajikan, kemakrufan dan menjauhi kemaksiatan, nista, dosa dalam segala aspek amalannya.

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (٢٦٥)

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. (Q.S. Al Baqarah (2): 265).

Seorang membelanjakan hartanya, memanfaatkan semua potensinya untuk jalan yang diridhai Allah Swt. mereka itulah yang besar harapan jadi pribadi harapan kita semua. Mereka akan masuk dalam kelompok mukmin dan muttaqin sejati yang dijanjikan kemulian oleh Allah Swt.
Allah Maha Besar 2x tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar 2x dan bagi Allah segala Puji.

Hadirin jama’ah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

6. Potensi ada batasnya, jika Allah menghendaki pasti semua berubah sesuai dengan kehendak-Nya. Dan kehendak Allah Swt. ghaib bagi manusia, manusia nanti mengetahui dengan pasti jika telah terjadi, itupun kadang manusia bingung, kurang memahaminya dengan jelas.

Kewajiban pokok manusia ialah senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt. dalam segala aspek kegiatannya. Kejadian akhir dari segala urusan dengan penuh tawakkal pada Allah Swt. atas apa saja yang menimpa mungkin menyenangkan dan mungkin juga kelihatannya menyedihkan yang pokok diterima dengan penuh baik sangka pada Allah Swt. Nabi Saw. bersabda:

Janganlah salah seorang dari kalian mati sehingga ia berbaik sangka kepada Allah. Sebab baik sangka kepada Allah adalah harga surga.

Pasti bagi muttaqin meyakini dengan tegas bahwa Allah Swt. tidak pernah mendzalimi hamba-Nya.

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَانَ وَأَلْقَيْنَا عَلَى كُرْسِيِّهِ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ (٣٤)

Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat[1302]. (Q.S. Shaad (38): 34). [1302] Sebahagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ujian ini ialah keberantakan kerajaan Sulaiman sehingga orang lain duduk di atas singgasananya.

Allah Maha Besar 2x tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar 2x dan bagi Allah segala Puji.

Hadirin jama’ah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah.

7. Dan juga kewajiban mutlak manusia, khususnya para muslim adalah komitmen dalam potensi ketaatan yang sempurna. Jika tidak, maka pasti celaka paling lambat kecelakaan itu bermula saat dicabut ikatan roh dengan tubuh sehingga terjadilah mati dengan cara yang sangat menyengsarakan yang bersangkutan. Saat kafirin dicabut jiwanya.

وَلَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا الْمَلائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ (٥٠)

Kalau kamu melihat ketika para Malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri). (Q.S. Al Anfaal (8): 50).

Adapun pribadi yang komitmen dalam potensi ketakwaannya diwafatkan dalam keadaan baik, menyenangkan.

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ كَذَلِكَ يَجْزِي اللَّهُ الْمُتَّقِينَ (٣١)الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٣٢)

31. (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. 32. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik[822] oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum[823], masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (Q.S. An Nahl (16): 31 – 32).

[822] Maksudnya: wafat dalam keadaan suci dari kekafiran dan kemaksiatan atau dapat juga berarti mereka mati dalam keadaan senang karena ada berita gembira dari malaikat bahwa mereka akan masuk surga. [823] Artinya selamat sejahtera bagimu.


Allah Maha Besar 2x tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar 2x dan bagi Allah segala Puji.

Hadirin jama’ah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah Swt. kita semua penuh harap semoga termasuk seperti apa yang tergambar pada potensi manusia di akhir uraian khutbah idul fitri ini. Sehingga kita pada gilirannya berkumpul semuanya secara abadi dalam nikmat akbar surga Allah Swt. aamiin yarabbil’alamiin.
 

Semoga.











0 komentar :