MENYAMBUT TANDA-TANDA KEBESARAN ALLAH SWT.

Sangat mendasar keyakinan bagi seorang mukmin muslim bahwa langit dan bumi dan semua isinya adalah ciptaan Allah Swt, dan mutlak dalam kerajaan / kekuasaan Allah Swt. semua di ciptakan lengkap dengan aturan-aturannya secara mendasar / rapi dengan sebenar-benarnya. (untuk menguatkan keterangan singkat ini dapat diperhatikan pada ayat-ayat Al Qur'an antara lain (lihat Q.S. Ali Imran (3): 189-191).

Daratan, lautan, udara, manusia, hewan, tumbuhan dan abiotik semuanya di lengkapi dengan sifat dasarnya, aturan kelestariannya dan satu sama lain merupakan satu kesatuan yang saling memberi manfaat dalam kelangsungan keberadaannya. 

Keseluruhan ciptaaan tersebut di atas dibebankan kepada manusia sebagai pemegang amanah untuk kelestaraian alam semesta tersebut dengan berpegang teguh kepada aturan Allah Swt. yang diabadikan dalam kitabullah Al Qur'an dan banyak penjelasannya dalam Al Hadits Rasulullah Saw. (untuk menguatkan keterangan singkat ini dapat diperhatikan pada ayat-ayat Al Qur'an antara lain (lihat Q.S. An Nisa (4): 58-59).

Sebagai akhir ungkapan singkat ini, ditegaskan dalam dua hal pokok sebagai berikut :
  1. Alam semesta ini secara keseluruhan telah mempunyai aturan yang mutlak, tidak ada yang bisa mengubah dan secara keseluruhan satu sama lain saling memberi manfaat, namun hal itu menjadi tanggung jawab manusia sebagai pemegang amanah untuk kelestarian kemanfaatan tersebut, tentu dengan menggunakan modal dalam arti yang luas (materi/harta dan ilmu pengetahuan)  yang cukup besar dan digunakan sesuai yang sebenarnya.
  2. Adalah tidak, paling tidak kurang wajar jika semua kejadian-kejadian, misalnya : longsor, gempa bumi, letusan gunung berapi, angin puting beliung, dan lain sebagainya selalu disambut dengan kata-kata ini adalah cobaan dari Allah,  ini adalah ujian dari Allah, ini adalah azab dari Allah, tidak demikian, bukankan Allah justru Maha Pengasih dan Maha penyayang (periksa Q.S. Al  Fatihah (1) : 1), tetapi yang efektif berpikirlah sedini mungkin secara terus menerus dengan berbagai persiapan  untuk mengatur hal-hal itu semua sehingga ia memang termasuk musibah, tetapi dapat dikendalikan walaupun tidak sepenuhnya sehingga dibalik kejadian tanda-tanda kebesaraan Allah itu manusia mendapatkan manfaat.
Semoga. 

0 komentar :