Asmaul Husna (17-18) MAHA MEMBERI REZEKI, MAHA PEMBUKA

Arrazzaaqu (Yang Maha Memberi Rezeki), Alfattaahu (Maha Pembuka), bagi yang Ia kehendaki, termasuk membukakan rezeki bagi siapa yang Ia ridhai di antara hamba-Nya. Rezeki dapat diartikan dalam berbagai jenis kebutuhan umat manusia, namun dapat disimpulkan bahwa rezeki yang paling dibutuhkan orang dewasa jasmani dan akalnya yakni yang tergolong dalam 6 (enam) kebutuhan pokok umat manusia yaitu:
1. Tersedianya bahan pangan.
2. Tersedianya bahan sandang.
3. Tersedianya bahan papan, perumahan.
4. Tersedianya bahan kesehatan/obat-obatan.
5. Tersedianya bahan pendidikan/sarana.
6. Tersedianya bahan/lapangan pekerjaan baik swasta demikian pemerintah.
Sebagai jalan untuk mengikuti jejak para rasul-Nya, maka harus senantiasa berusaha untuk mendapatkan rezeki yang dapat masuk kategori baik dan halal menurut ukuran syariat Islam, sehingga menjadi kewajiban untuk senantiasa menyeleksi sesuatu agar terpisah dengan jelas antara yang haq/benar dengan yang bathil/zhalim serta berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki dan memanfaatkan yang haq/benar dan membuang/menjauhi yang bathil/zhalim.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى : ,يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً - وَقاَلَ تَعَالَى : , يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ - ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ .
[رواه مسلم]
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firman-Nya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan. (Riwayat Muslim).
Sebagai hamba/khalifah dari Arrazzaaqu, maka seyogyanyalah jika senantiasa aktif berusaha dengan cara yang bersungguh-sungguh dan benar sesuai dengan keahlian yang dimiliki sambil memohon ridha-Nya dalam bentuk rezeki yang merupakan kebutuhan pokok dalam hidup dan kehidupan sebagai pribadi, keluarga dan seterusnya.

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (Q.S. Adz Dzariyat (51): 58).

Demikian juga sebagai hamba/khalifah Alfattaahu, maka mesti sering mengalami keadaan yang menimbulkan kebingungan, bahkan mungkin membuat perasaan agak pusing dalam mengambil keputusan antara dua, atau lebih hal yang sama-sama kedudukan dan kepentingannya dalam kondisi yang bersamaan, maka tentu satu jalan alternatif/pilihan pokok adalah memohon kepada-Nya, karena Dialah Maha Pembuka bagi yang Ia kehendaki, mohonlah agar ditunjukkan/dibukakan jalan pengambilan keputusan yang tepat dan benar sesuai syariat Islam.

Arrazzaaqu (Yang Maha Memberi Rezeki), Alfattaahu (Maha Pembuka), meyakinkan hamba-hamba-Nya tentang keberadaan-Nya sangat dekat dengan hamba-Nya, dan mengabulkan doa hamba-Nya yang dapat mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya dengan sebaik-baiknya. Sangat jelas bahwa tidaklah wajar jika hanya berdoa, tetapi tidak ada ketaatan pada-Nya. sebagaimana firman-Nya:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Q.S. Al Baqarah (2): 186).

Prinsip bagi yang beraqidah Islam bahwa mutlak pada semua umat manusia akan dikumpulkan dan diberikan keputusan oleh Arrazzaaqu (Yang Maha Memberi Rezeki), Alfattaahu (Maha Pembuka), dan diberikan balasan atas semua amalannya di dunia dengan seadil-adilnya.

Katakanlah: "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui". (Q.S. Saba (34): 26).

Semoga.

0 komentar :