MEMBANGUN KESADARAN BERISLAM

Bagi pemeluk agama Islam, maka ia sangat yakin, percaya bahwa satu-satunya agama yang diridhai dan diterima di sisi Allah Swt. hanya agama Islam, (agama yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Saw.), agama selain itu mutlak ditolak oleh Allah Swt. dan orang yang memilih selain Islam setelah kesampaian penjelasan tentang agama Islam, maka mereka itu pasti rugi dan celaka di akhirat kelak.

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Q.S. Ali Imran(3): 19). [189] Maksudnya ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi. (Q.S. Ali Imran(3): 85).

Agama Islam adalah ajaran yang memberikan kerahmatan kepada seluruh alam semesta. Kepada alam: manusia, hewan, tumbuhan dan abiotik, semuanya mendapat kelestarian, kedamaian yang sempurna dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Muhammad Saw. Pengairan diperbaiki untuk meratakan terpenuhinya kebutuhan air, penanaman ditingkatkan untuk kenikmatan lingkungan hidup, peternakan dipelihara untuk keseimbangan dan kebutuhan daging dan susu dan lain sebagainya.
Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Q.S. Al Anbiyaa’ (21): 107).

Program terpokok bagi seorang yang menghendaki agama Islam sebagai jalan hidupnya, sebagai agamanya, maka mereka harus/wajib terlebih dahulu mendekatkan diri, yakin kepada Allah Swt. sebagai satu-satunya sembahannya dan tempat ia memohon sesuatu.

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Q.S. Al An’am (6): 125). [503] Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah, maka mereka itu menjadi sesat.

Muslim, muslimah berkewajiban senantiasa memberikan penjelasan yang setuntas-tuntasnya bahwa sesungguhnya orang yang telah kesampaian dakwah Rasulullah Muhammad Saw. akan tetapi mereka masih saja membatu hatinya, hatinya tak mau menerima ajaran tersebut, maka mereka pasti merugi dan celaka baik di dunia demikian di akhirat.

Maka Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Q.S Az Zumar (39): 22).

Muslim, muslimah sewajarnya jika senantiasa berjuang dengan berbagai macam dan banyaknya pengorbanan demi memiliki dan menegakkan Islam sebagai satu-satunya jalan hidup dan kehidupan, sehingga terwujudlah masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang senatiasa mewujudkan dan memberikan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran yang merata.

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. 208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S. Al Baqarah (2): 207 – 208).

Muslim, muslimah senantiasa, berpikir, berbuat, berkarya untuk terwujudnya keselamatan yang hakiki ditengah-tengah masyarakat dan alam semesta pada umumnya.

Al Bayan no. 25: Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin al-As R.A. katanya: Seseorang telah bertanya pada Rasulullah Saw. Apakah sifat orang Islam yang paling baik? Rasulullah Saw. bersabda: Seseorang yang menyelamatkan orang-orang Islam dengan lidah (ucapannya) dan tangannya (kekuasaan/perbuatannya).
Imam/pemimpin dikalangan muslim, muslimah jika mengajak keislaman, maka ia pun memperoleh pahala tersendiri, tetapi jika mereka mengajarkan yang bertentangan dengan Islam, maka ia akan mendapatkan siksa tersendiri. Sungguh berbahagialah para pemimpin yang secara pribadi ia seorang muslim, muslimah, karena dalam menjalankan tugas kenegaraannya dia juga sekaligus mendapatkan pahala ibadah dari Allah Swt.

Al Bayan no. 1091 Hadis Abu Hurairah R.A. Nabi Saw. bersabda: Sesungguhnya seorang imam (pemimpin) itu merupakan pelindung. Dia bersama pengikutnya memerangi orang kafir dan orang zalim serta memberi perlindungan kepada orang-orang Islam. Sekiranya dia menyuruh supaya bertaqwa kepada Allah dan berlaku adil maka dia akan mendapat pahala, akan tetapi sekiranya dia menyuruh selain dari yang demikian itu, pasti dia akan menerima akibatnya.

Semoga.

0 komentar :