PENTINGNYA DAKWAH

Aqidah Islam adalah gerakan berjiwa keyakinan berdasar Qur’an dan Hadits yang dilaksanakan dalam bentuk dakwah amar ma'ruf nahi mungkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Dengan Aqidah Islam terwujudlah pandangan bahwa Agama Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu'amalat duniawiyah yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan sebagai pribadi, suami, isteri maupun kolektif.

Dengan da’wah amar ma'ruf nahi mungkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, insya Allah terpenuhilah suatu kewajiban sebagai pengikut Nabi Muhammad Saw. dan ada harapan untuk memperoleh ridha Allah Swt. berupa kebaikan di dunia dan kenikmatan di akhirat.
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (Q.S. Al Jumu’ah (62): 2).

Dengan dakwah amar ma'ruf nahi mungkar secara terus-menerus, maka insya Allah terwujudlah masyarakat/umat yang memiliki peradaban yang tinggi, mendapatkan ridha Allah Swt. terjauh dari kebinasaan, siksa-Nya baik di dunia demikian kelak di akhirat.
Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. Huud (11): 117).

Dengan dakwah amar ma'ruf nahi mungkar secara terus-menerus, maka adalah satu usaha nyata untuk menyelamatkan diri kerabat, masyarakat, mereka mentaati atau tidak mentaati semuanya adalah kembali kepada yang bersangkutan masing-masing.
164. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" mereka menjawab: "Agar Kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu[580], dan supaya mereka bertakwa.
165. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
166. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina[581]. (Q.S. Al ‘Araf (7): 164 – 166).
[580] Alasan mereka itu ialah bahwa mereka telah melaksanakan perintah Allah untuk memberi peringatan. [581] Sebagian ahli tafsir memandang bahwa ini sebagai suatu perumpamaan , artinya hati mereka menyerupai hati kera, karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan. Pendapat jumhur mufassir ialah mereka betul-betul berubah menjadi kera, hanya tidak beranak, tidak makan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.

Al Bayan No.1023 Diriwayatkan daripada Abu Musa R.A. katanya: Ketika Rasulullah Saw. memerintahkan seorang sahabat untuk melaksanakan salah satu perintahnya, dengan bersabda: Sampaikanlah kabar gembira dan jangan menakut-nakutkan. Permudahkanlah dan jangan menyusahkan.

Semoga.

2 komentar :

  1. MASYA ALLAH.....itu sebuah rahmat dan hidayah bagi saya semoga penulis mendapatkan kebaikan dari allah s.w.t.AMIN

    BalasHapus