BAB II TUJUAN IBADAH DALAM KEHIDUPAN.



Sesungguhnya ibadah menanamkan tiga, tetapi kadang nampaknya seakan dua pilar sentral pada manusia sehingga pribadi tersebut tidak dapat berpisah dengan Allah Swt. dalam keyakinannya, yaitu:

1.      Hubb (cinta) pada Allah Swt. Cinta (hubb) harus disertai dengan sikap rendah diri, jauh dari sombong, angkuh, takabur dan lain sebagainya sifat terhina dalam Islam.
  
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui. (Q. S. Al-Maidah (5): 54). Dan firman yang lain-Nya yang lain:


Mukmin sejati sungguh besar dan mendalam cintanya semata kepada Allah Swt.

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu [106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Q.S. Al-Baqarah (2): 165).
[106] Orang yang zhalim: orang-orang yang menyembah selain Allah.
2.      Khauf (takut) dibarengi dengan raja’ (harapan) mendalam terhadap Allah Swt.  sehingga pribadi yang bersangkutan senantiasa penuh hatinya dengan rasa takut melanggar aturan Allah Swt. Dan demikian juga hatinya selalu dipenuhi rasa optimis, yakin ia pun akan senantiasa diberi pemeliharaan oleh Allah Swt. dalam segala amalannya. Muslim dalam setiap ibadah harus terkumpul dua unsur ini.
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (Q.S. An Nisaa (4): 9).

Muslim, mukmin mendalam rasa takutnya hanya kepada Allah Swt. sekalipun ada yang mengancam dia untuk dibunuh.

Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku (Habil) sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu (Qabil) untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.  (Q.S. Al Maaidah (5): 28).

Dorongan ibadah sehingga muslim, mukmin dalam tindakannya senantiasa dengan aturan Islam, selalu takut pada azab Allah Swt. penuh harap akan ampunan dan ridha Allah Swt.

Katakanlah: "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku. (Q. S.  Al An’aam (6): 15).

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Q.S. Al Kahfi (18): 46).

0 komentar :