MANUSIA SUKSES MENURUT QUR’AN (3)



1.    Manusia sukses dunia dan akhirat yang senantiasa:
  • Memahami dan melangsungkan persaudaraan manusia pada umumnya.
  •  Memahami dan melangsungkan serta menghargai keragaman manusia.
  •  Memahami dan melangsungkan ketakwaan seraca terus-menerus, sepanjang hayat sadarnya.
  • Senantiasa mewaspadai pengaruh setan, yang dengan sepenuh hidupnya menggoda, untuk mendapatkan teman di neraka secara abadi.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (١٣)
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S Al Hujuraat (49): 13).
قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَكْرَمُ النَّاسِ قَالَ أَتْقَاهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ قَالَ فَيُوسُفُ نَبِيُّ اللَّهِ
(BUKHARI - 3231) : …"Ditanyakan kepada Rasulullah Saw. "Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling mulia?". Beliau menjawab: "yang paling taqwa di antara mereka". Mereka berkata; "Bukan itu yang kami maksud". Beliau menjawab: "Kalau begitu, Yusuf, Nabiyullah".

2.    Manusia dikenalkan Allah sebagai makhluk-Nya yang paling mulia, dengan cara demonstrasi menyeru kepada para Malaikat  sujud pada manusia, Adam A.S, nenek, bapak manusia pada umumnya. Menjadi sangat jelas suatu yang tidak wajar jika munusia tunduk dan mengikuti perintah Iblis yang terkuk oleh Allah Swt.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا (٦١)
Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para Malaikat: "sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" (Q.S Al Isra’ (17): 61).

3.    Iblis sombong dan bertekad menggoda dan akan menggoda anak cucu Adam lewat: kata-kata manis, anak keturunan, harta, jabatan dan lain sebagainya. Dengan demikian mudah-mudahan khasiat pemahaman dan pengamalan bacaan ta’awwudz (memohon perlindungan kepada Allah dari setan) pada setiap akan membaca Al Faatihah pada setiap rakaat shalat, baik wajib demikian shalat sunnah. Iblis memastikan manusia yang lolos dari tipu dayanya hanya sedikit. Semoga kita ini termasuk yang sedikit itu.
قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لأحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلا قَلِيلا (٦٢)قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَوْفُورًا (٦٣)
62. Dia (iblis) berkata: "terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil". 63. Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (Q.S Al Isra’ (17): 62-63).

النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ
(BUKHARI - 4537) : … Nabi Saw. "maukah kalian aku beritahukan mengenai penghuni surga? Yaitu setiap orang lemah dan ditindas, yang sekiranya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah mengabulkannya. Dan maukah kalian aku beritahukan mengenai penghuni neraka? Yaitu setiap yang beringas membela kebatilan, kasar lagi sombong."

4.    Bagi yang tetap istiqama Iblis tak mampu menggodanya dan Allah memuliakan dan memberinya kasih sayang-Nya baik di dunia demian di akhirat.
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلا (٦٥)رَبُّكُمُ الَّذِي يُزْجِي لَكُمُ الْفُلْكَ فِي الْبَحْرِ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (٦٦)
65. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. dan cukuplah Tuhan-mu sebagai penjaga". 66. Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu. (Q.S Al Isra’ (17): 65-66).

يَا مَعْشَرَ الْقُرَّاءِ اسْتَقِيمُوا فَقَدْ سَبَقْتُمْ سَبْقًا بَعِيدًا فَإِنْ أَخَذْتُمْ يَمِينًا وَشِمَالًا لَقَدْ ضَلَلْتُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

(BUKHARI - 6739)… "Wahai ahli alquran, bersikap istiqamahlah kalian, dengan demikian kalian telah menjadi pemenang yang jauh, sebaliknya jika kalian oleng kanan kiri, kalian telah sesat sesesat-sesatnya."

Semoga

0 komentar :