13. KIAT MEMBERSIHKAN JIWA




Membersihkan jiwa yang kita bicarakan wajib dengan syariat. Seluruh syariat Islam, yang menyangkut masalah aqidah, hukum, dari yang paling besar, hingga paling kecil, semuanya berujung pada ketakwaan, pembersihan jiwa dan peribadahan hanya kepada Allah, ada keterangan sebagai urutan proses pembersihan jiwa sebagai berikut:

1.  Aqidah, tauhid merupakan pembersihan jiwa.
Tauhid: meng-Esa-kan Allah dalam: menciptakan, memelihara, menerima ibadah, mengabulkan doa, tumpuan harapan, dengan melakukan peribadahan hanya kepada-Nya.  
هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٣)
Dialah yang awal dan yang akhir yang zhahir dan yang bathin [1452], dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu. (Q.S.  Al Hadid (57):3). [1452] Yang dimaksud dengan: yang awal ialah, yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, yang akhir ialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, yang zhahir ialah, yang nyata adanya karena banyak bukti- buktinya dan yang bathin ialah yang tak dapat digambarkan hikmah zat-Nya oleh akal.

Segala amalan, peribadahan yang berbentuk permohonan, cinta, takut, tawakkal, taat, malu dan lainnya dari gerakan-gerakan hati, lidah maupun anggota badan, hanya dipersembahkan kepada Allah, dengan mengikuti ketentuan syariat Rasulullah Saw. semata.
    قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ
رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٦٢)
Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. Al An’am (6): 162).

Aqidah, tauhid yang intinya: pengabdian hanya kepada Allah ini merupakan penyucian jiwa paling besar dan paling penting. Dan memang, itulah  tujuan pokok diciptakannya manusia dan jin. Orang bersih tauhidnya adalah orang yang bersih jiwa dan hatinya.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (٥٦)مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (٥٧)إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (٥٨)
56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. 57. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. 58. Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh. (Q.S. Adz Dzariyat (51): 56-58).

Syariat Islam tegaskan aqidah tauhid adalah lawan dari amalan syirik. Aqidah tauhid adalah merupakan kebersihan jiwa yang paling besar, maka amalan syirik merupakan kotoran jiwa yang paling besar dan merugikan di dunia dan terlebih di akhirat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ (٢٨)
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis… (Q.S. At Taubah (9): 28).
Dengan demikian, orang ingin melakukan proses pembersihan jiwa, maka hal pertama dan paling utama dilakukan yakni membersihkan aqidah, tauhidnya dari segala macam syirik.
2. Wudhu, mandi wajib, tayammum merupakan proses pembersihan jiwa, ketiga bentuk ibadah wajib tersebut pada hakikatnya adalah untuk pembersihan jiwa, sehingga ketiganya jangan hanya diperhatikan dari segi materinya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (٦)
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit [403] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh [404] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih), sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (Q.S. Al Maidah (5): 6).
[403] Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air. [404] Artinya: menyentuh. Menurut jumhur ialah: menyentuh sedang sebagian mufassirin ialah: menyetubuhi.

3. Shalat adalah proses pembersihan serta penyucian jiwa. Ibadah shalat dapat menyingkirkan kotoran-kotoran yang berupa perbuatan keji dan munkar.
  وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
… dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar … (Q.S. Al Ankabut (29): 45).
Demikian juga ibadah yang lain mesti berfungsi sebagai pembersihan jiwa seperti ibadah zakat dan seterusnya.
Semoga.

0 komentar :