15. MENELADANI RASULULLAH SAW.




Pribadi Muhammad Saw. yang lebih khusus saat beliau menerima wahyu pertama kali yaitu 17 Ramadhan bertepatan dengan 610 M. sebagai pertanda awal kenabiannya, membawa perubahan yang luar biasa dalam berbagai hal pokok kehidupan yang antara lain hal pokok itu yang kami kemukakan dalam uraian singkat ini sebagai berikut:

1. Allah Swt. menegaskan bahwa Muhammad Saw. memiliki akhlak mulia yang tinggi, agung, dengan itu  Muhammad Saw. jadi pribadi yang dimuliakan oleh: Allah, pengikutnya (muslim) dan lawannya (kafirin).
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ (٤)
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S. Al Qalam (68): 4).
2.  Allah Swt. menegaskan bahwa Muhammad Saw. wajib menjadi contoh bagi muslim, dalam segala lapangan hidup dan kehidupan.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ
يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١)
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab [33] : 21).
3.  Allah Swt. menegaskan bahwa Muhammad Saw. dan pengikutnya jangan terpengaruh, silau melihat kenikmatan hidup dunia yang telah dimiliki orang-orang kafir itu, sesungguhnya itu hanya sementara dan tempat kembalinya adalah neraka, kokohlah dalam keislaman dan hormatilah, tirulah cara hidup orang-orang beriman.
لا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ وَلا تَحْزَنْ
عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ (٨٨)
Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (Q.S. Al-Hijr [15] : 88).
4.  Allah Swt. menegaskan bahwa Muhammad Saw. dan pengikutnya jangan membuat kerusakan di muka bumi, bersungguh-sungguhlah dalam memohon kepada Allah Swt. untuk kebaikan di dunia terlebih kebaikan di akhirat secara abadi. Muslim yakin doa senantiasa bersama dengan usaha, amal saleh yang sungguh-sungghuh.
وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا
إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (٥٦)
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.  (Q.S. Al-A’raf [7] : 56).
5.  Rasulullah Saw. secara tegas dan jelas memesankan empat hal pokok dalam hidup dan kehidupan agar mendapat petunjuk dan kemudahan hidup di dunia dan terlebih kelak di akhirat yaitu: menjaga amanat, bicara jujur, berakhlak mulia, dan kesucian diri.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
أَرْبَعٌ إِذَا كُنَّ فِيكَ فَلَا عَلَيْكَ مَا فَاتَكَ مِنْ الدُّنْيَا
حِفْظُ أَمَانَةٍ وَصِدْقُ حَدِيثٍ وَحُسْنُ خَلِيقَةٍ وَعِفَّةٌ فِي طُهْرٍ
(AHMAD - 6365) … bahwa Rasulullah Saw. bersabda: "Ada empat hal, yang mana jika dia ada pada dirimu maka kamu tidak akan susah dan tidak akan ditinggalkan dunia: menjaga amanat, bicara jujur, berakhlak mulia, dan kesucian diri.
6.  Allah Swt. menegaskan kepada Muhammad Saw. dan pengikutnya bahwa Muhammad Saw.  Rasulullah dan penutup nabi-nabi, dengan demikian tidak boleh ada lagi harapan akan adanya rasul dan nabi-nabi sesudah Muhammad Saw. wafat. Tetapi yang pokok dan wajib adalah sahabat dan pengikutnya siap dan wajib mengurusi dan melanjutkan kehidupan beragama Islam menuju terwujudnya rahmatan lil ‘alamiin.
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ
وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا (٤٠)
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu [1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Ahzab [33] : 40). [1223] Maksudnya: Nabi Muhammad Saw.bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, karena itu janda Zaid dapat dikawini oleh Rasulullah Saw.
7.  Allah Swt. menegaskan kepada Muhammad Saw. dan pengikutnya bahwa kamu adalah umat yang terbaik jika kamu istiqamah dalam memeluk dan menyiarkan agama Islam yang berdasar Qur’an dan Hadits.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ
عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ
خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ (١١٠)
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S. Ali Imran (3): 110).
Semoga.

0 komentar :