9. KEJUJURAN DAN KEBOHONGAN




Jujur yang dilandasi keikhlasan karena Allah Swt. membuahkan orang hidup bahagia, dunia dan akhirat. Manfaat kejujuran dan bahaya kebohongan yang insya Allah akan dipetik di dunia dan terlebih kelak di akhirat secara abadi antara lain:

1.    Jujur mengantarkan pelakunya pada derajat tertinggi, bohong menurunkan derajat.
2.    Jujur melahirkan ketenangan, bohong melahirkan kekacauan.
3.    Jujur disukai semua manusia, bohong dibenci semua manusia.
4.    Jujur mengantarkan pada keberkahan, bohong mengantarkan pada kerugian.
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (٤٥)
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Q.S. Al Hijr (15): 45).
وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٣٩)
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Q.S. Al Baqarah (2): 39).

Kejujuran wajib menjadi harapan, dambaan setiap muslim. Jika kejujuran mewarnai kehidupan setiap muslim, niscaya kebaikan akan menerangi dunia. Muslimin, pelaku kejujuran adalah calon-calon penghuni surga, tempat kebahagiaan abadi yang jauh lebih baik, lebih sempurna dari dunia. Pembohong, munafiq adalah calon-calon penghuni neraka di akhirat yang jauh lebih menyengsarakan daripada kesusahan di dunia.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (١١٩)
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (Q.S. At Taubah (9): 119).

Begitu pentingnya kejujuran, kebenaran, keislaman, sehingga seakan Allah melarang seseorang mati kecuali mereka telah yakin bahwa ia telah menyerahkan hidup dan mati semata-mata kepada Allah Swt.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ
إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Q.S. Ali Imran (3): 102).

Kejujuran itu tuntutan setiap fitrah manusia. Sebaliknya, setiap fitrah pasti membenci kedustaan dan perbuatan zhalim. Jika dusta dan kezhaliman mewabah, maka yang terjadi adalah musibah, di dunia dan siksa di akhirat.
إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ(وفى رواية لمسلم: إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ( حَتَّى يَكُوْنَ صِدِّيْقًا. وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ(وفى رواية لمسلم: وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ) حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّاباً. رواه البخاري ومسلم
Sesungguhnya kejujuran akan membimbing menuju kebaikan, dan kebaikan akan membimbing menuju surga. Sesungguhnya seseorang akan bersungguh-sungguh berusaha untuk jujur, sampai akhirnya ia menjadi orang yang benar-benar jujur. Dan sesungguhnya kedustaan akan membimbing menuju kejahatan, dan kejahatan akan membimbing menuju neraka. Sesungguhnya seseorang akan bersungguh-sungguh berusaha untuk dusta, sampai akhirnya ia benar-benar tertetapkan di sisi Allah sebagai pendusta. (H.R. Bukhari dan Muslim. Lafal di atas adalah lafal Bukhari).

Muslim punya kewajiban tentang dakwah, panggilan  menuju kejujuran, kebaikan, tetapi jika yang didakwah tetap membangkang, muslim lepas tanggung jawab atas kezhaliman mereka tersebut sebagaimana yang berlaku bagi Muhammad Saw.
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلا تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ
الْجَحِيمِ (١١٩)
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka. (Q.S. Al Baqarah (2): 119).
Di dalam berbagai penjelasan -baik ayat Al-Qur’an maupun hadits-, selalu saja sifat kaum munafiqun dikaitkan dengan kebiasaan berdusta. Berdusta merupakan sifat utama kaum munafiqun.
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ (١)
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. (Q.S. Al Munafiqun (63):1).

Semoga.


0 komentar :