19. JALAN MENCAPAI ISTIQAMAH





Salah satu aspek penting dalam pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Islam adalah   persoalan konsistensi dalam mengamalkan syariat Islam, biasa dalam konsep Islam disebut istiqamah, teguh dalam pendirian. Dengan keistiqamahan muslim, mukmin dapat diterima oleh banyak kalangan dan menjadi lestari dalam masa yang cukup lama.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ
وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (١٣)
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah [1388] maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (Q.S. Al Ahqaf (46): 13). [1388] Istiqamah ialah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang saleh.

Muslim, mukmin sangat menyadari pentingnya prinsip istiqamah dimiliki dan dijaga dengan penuh kesungguhan sehingga modal keteguhan pendirian tersebut menjadi milik yang tidak akan hilang, tetapi justru bertambah terus, dengan usaha sebagai berikut:

1. Muslim, mukmin yakin bahwa istiqamah merupakan karunia dari Allah. Dia memberi petunjuk kepada jalan yang lurus, bagi siapa saja yang dia kehendaki.
وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٢٥)
Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)[685]. (Q.S. Yunus (10): 25). [685] Arti kalimat darussalam ialah: tempat yang penuh kedamaian dan keselamatan. Pimpinan (hidayah) Allah berupa akal dan wahyu untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
2. Muslim, mukmin yakin bahwa dengan ibadah shalat wajib saja tidak kurang dari 17 kali dalam sehari semalam, kita memohon istiqamah, keteguhan pendirian pada Allah Swt.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥)اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦)
(5). Hanya Engkaulah yang kami ibadahi (6), Dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan [7]. 6. Tunjukilah[8] kami jalan yang lurus. (Q.S. Al Fatihah (1): 5-6).
[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya. [7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
3.   Muslim, mukmin yakin bahwa hakikat istiqamah yaitu berkomitmen di atas jalan Allah, menjauhkan diri dari jalan kesesatan.
قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ
تَعْلَمُونَ مَنْ تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدَّارِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ (١٣٥)
135. Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu [506], sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini [507]. Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan. (Q.S. Al An’am (6): 135). [506] Artinya: tetaplah dalam kekafiranmu sebagaimana aku tetap dalam keislamanku. [507] Maksudnya: Allah menjadikan dunia sebagai tempat mencari (hasil) yang baik yaitu kebahagiaan di akhirat.
4. Muslim, mukmin yakin seorang yang telah mampu mencapai derajat istiqamah, harus waspada jangan sampai merasa hebat sehingga tertipu dengan amalannya, dan ujub (bangga).
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ
رَاجِعُونَ (٦٠)
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka [1008]. (Q.S. Al Mu’minun (23): 60). [1008] Maksudnya: karena tahu bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan untuk dihisab, maka mereka khawatir kalau-kalau pemberian-pemberian (sedekah-sedekah) yang mereka berikan, dan amal ibadah yang mereka kerjakan itu tidak diterima tuhan.
Semoga.

0 komentar :