26. PENANGGULANGAN KKN




Sebagai warga NKRI dewasa ini tahun 2015 seakan ajaran agama dan nilai moral seolah tidak lagi mampu membendung kejahatan korupsi, kolusi, nepotime  yang sudah memandang biasa prilaku buruk  umat manusia yaitu  kecenderungan berkhianat, menyimpang dan berdusta. Oknum-oknum tersebut banyak bercokol di lembaga pemerintahan baik TNI, POLRI demikian juga sipil dari tingkat pusat sampai tingkat daerah.


Nasihat agama sepertinya tak berbekas, para tokoh agama seakan kehilangan wibawa, moral dan ritual ibadah kurang, bahkan tidak lagi memberi pengaruh pada prilaku keseharian pada oknum-oknum tersebut di atas, yang sesungguhnya ada yang diambil sumpah jabatannya nyata-nyata atas nama beragama Islam. Seharusnya setiap ibadah, khususnya shalat  memberi pengaruh positif, merubah prilaku lebih bagus dan mental lebih baik, meninggalkan keji dan munkar.  
وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (٤٥)
… Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al Ankabut (29): 45).

1. Muslim, mukmin yakin bahwa adalah satu kewajiban senantiasa mencontoh prilaku Rasulullah Muhammad Saw. termasuk dalam sifat amanah, tidak mengkhianati amanah yang dipikulkan  dalam suatu jabatan. Dengan ketulusan mencontoh tersebut menjadi satu jaminan dapat menanggulangi sifat buruk, jahat yakni KKN yang sungguh menyengsarakan warga NKRI yang belum nampak tanda-tanda kapan akan berakhir. Namun sangat tegar Nabi Muhammad Saw. sangat jelas tidak pernah memberikan contoh yang namanya berkhianat, mengambil bukan haknya.
وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَغُلَّ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ (١٦١)
Tidak mungkin seorang Nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya. (Q.S. Ali Imran (3): 161).

2.  Muslim, mukmin berkewajiban mengenal tanda-tanda orang munafik atau pendusta termasuk para pelaku KKN sehingga dapat menanggulangi perlakuan jahat mereka terhadap bangsa dan negara yang sama kita cintai ini. Dengan pengenalan yang mendalam, memungkinkan ada kesempatan jika mereka, para pengkhianat itu bisa diberi peringatan, sebab jika masih ada sedikit iman dalam jiwa mereka pasti peringatan itu bermanfaat baginya, yang pada dasarnya bermanfaat pada bangsa dan negara.  

3.  Muslim, mukmin berkewajiban mengenal tanda-tanda orang munafik atau pendusta termasuk para pelaku KKN di dalam Al Qur’an dikenalkan oleh Allah Swt. dan di dalam hadits dikenalkan hadits Rasulullah Saw. di antara sifatnya yakni senantiasa sedemikian mempersiapkan susunan kalimat yang menakjubkan sehingga yang dilawan bicara tidak terasa ia dijerumuskan dalam penipuan yang menyengsarakan.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ (٢٠٤)
Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. (Q.S. Al Baqarah (2): 204).
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ
إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
(BUKHARI - 32) … dari Nabi Saw. beliau bersabda: "Tanda-tanda munafik ada tiga: jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika diberi amanat dia khianat".

4.  Muslim, mukmin berkewajiban memberi peringatan kepada mereka, orang munafik atau pendusta termasuk para pelaku KKN, bahwa jika mereka lolos dari jeratan hukum di dunia yakinlah bahwa mereka pasti abadi kelak di akhirat sebagai penghuni neraka yang bermula saat telah selesai sakaratul maut bagi mereka. Insya Allah moga-moga mereka masih bisa taubat dengan sempurna, baru maut menjemputnya.
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ
وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا (١٤٥)
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. (Q.S. An Nisa (4): 145).

Semoga.

0 komentar :