PEMUDA HARAPAN UMAT (Diceramahkan pada tanggal 29-10-2015)



Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul, sebagai hidayah dan rahmat Allah bagi umat manusia sepanjang masa, yang menjamin kesejahteraan hidup material dan spiritual, duniawi dan ukhrawi. Agama Islam, yakni Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman, ialah ajaran yang diturunkan Allah yang tercantum dalam Al-Qur’an dan sunnah Nabi yang shahih (maqbul) berupa perintah-perintah, larangan-larangan dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan hidup manusia di dunia dan akherat. Ajaran Islam bersifat menyeluruh yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisah-pisahkan meliputi bidang-bidang aqidah, akhlaq, ibadah, dan muamalah duniawiyah.  (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah).
لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ (١٣)
Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, (Q.S. Az Zukhruf (43): 13).

Secara umum diketahui masa muda adalah masa yang penuh dengan harapan, sarat dengan cita-cita dan penuh romantika kehidupan yang indah. Keindahan masa muda dihiasi dengan bentuk fisik yang kuat, berjalan cepat, pendengaran tajam, pikiran cermat, kulit wajah indah. Karena itu wajar para pemuda merupakan salah satu penentu maju atau mundurnya suatu umat, negara. Sebab terbukti sejak dulu, sekarang, dan yang akan datang sesuai fitrahnya pemuda merupakan tulang punggung umat, negara, penerus estapet suatu perjuangan.  

Pada suatu data ditemukan ungkapan Prof. Dr. B.J. Habibi mengatakan: setidaknya ada lima kelemahan yang harus dihindari, yakni lemah: harta, fisik, ilmu, semangat hidup dan yang sangat ditakutkan adalah lemah akhlak mulia, dan tentu yang paling bahaya jika para pemuda yang terkurung kelemahan tersebut.

Dengan demikian dapat dipahami apabila seorang atas dasar iman ia giat: bekerja, berusaha, dan beramal maka, kondisi itu berarti besar harapan siap menuju masa depan yang cerah menjanjikan dalam arti luas. Tetapi jika malas: bekarja, berusaha, dan tidak mau beramal berarti secara sengaja ada kesadaran  membiarkan diri menuju masa depan yang suram dan mengenaskan.

Muslim yang sempurna tidak mengenal istilah pemuda: penganggur, malas, menyia-nyiakan  waktu, mubazzir dan lain sebagainya. Muslim mengenal pemuda itu mesti penuh: semangat, idealis, cita-cita dan perjuangan.


Muhammad Saw. 25 Tahun beliau menikahi Sitti Khadijah yang berusia lebih tua dari padanya, menerima mukjizat Al Qur’an yang pertama saat Muhammad Saw. berusia 40 Thn. Di gua Hira.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (٢١)
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al Ahzab (33): 21).

Hanya para pemuda dari kaum Nabi Musa A.S. yang berani mengambil risiko, ia tegar menyatakan ikut pada ajaran Musa A.S.
فَمَا آمَنَ لِمُوسَى إِلا ذُرِّيَّةٌ مِنْ قَوْمِهِ عَلَى خَوْفٍ مِنْ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَنْ يَفْتِنَهُمْ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الأرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ (٨٣)
Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya Dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. (Q.S. Yunus (10): 83).

Nabi Yusuf A.S. sekalipun menghadapi berbagai tantangan semakin tegar ia mengikuti ajaran aqidah tauhid dari pendahulunya.
وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ مَا كَانَ لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ذَلِكَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَشْكُرُونَ (٣٨)
Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada Kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya). (Q.S. Yusuf (12): 38).

Ingatlah wahai Muhammad saat pemuda-pemuda yang mempertahankan aqidah tauhidnya maka, ia mencari perlindungan …
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (١٠)
(ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (Q.S. Al Kahfi (18): 10).
Ibrahim A.S. bersumpah akan memusnahkan berhala-berhala …
قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ (٦٠)
Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim ". (Q.S. Al Anbiya (21): 60).

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".
Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Ked
ua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, tentulah kami bukakan baginya (pintu) rahmat dari langit dan bumi tapi mereka mendustakan (kebenaran), lalu Kami adzab mereka karena perbuatannya.” (Q.S. Al A’raf (7): 96).

Dengan demikian dari uraian ini dapat disimpulkan, bahwa pemuda merupakan tulang punggungnya bangsa dan agama, Indonesia bisa merdeka, Islam bisa bertahan hingga sekarang ini karena jasa-jasanya para pemuda pendahulu kita. Oleh karena itu, dalam rangka mengisi kemerdekaan, untuk meningkatkan harkat dan derajat umat Islam saat ini. Pemuda harus memiliki iman, ilmu, dan semangat kerja yang tinggi menghadapi: budaya korupsi, porno aksi, narkoba, seks bebas dsb.

Semoga.

0 komentar :