PIDATO IFTITAH KETUA PDM PAREPARE PERIODE 2015-2020



 1. Kerja Sama.

Membangun kerjasama, hal yang wajib dan sangat penting dipahami dimiliki, diyakini dan  dilakukan, diamalkan karena keberhasilan sebuah usaha, banyak dipengaruhi, bahkan ditentukan oleh kerjasama yang
baik. Kerjasama harus dibangun secara merata pada bagian, lembaga, majelis atau departeman yang saling berkolaborasi sehingga kegiatan operasional dapat dilakukan, diwujudkan dengan baik, secara berkesinambungan hingga mencapai apa yang dicita-citakan, apa yang jadi tujuan kelompok yang bersangkutan, bagi muhammadiyah adalah masyarakat Islam yang sebenar-benarnya..
 وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢)
… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (Q.S. Al Maidah (5): 2).

2. Toleransi, luwes dalam pergaulan.

Seorang pemimpin harus memiliki sikap toleransi terlebih terhadap sesama pimpinan dan anggota bawahannya, harus senantiasa memelihara saling menghormati, merasa peduli yang menggembirakan sehingga ada rasa tersanjung dari sesama pimpinan atau dari bawahan, ini mesti menumbuhkan semangat kerja yang baik sebagaimana yang diharapkan kelompok tersebut lebih khusus kita dalam mengelolah persyarikatan Muhammadiyah. 
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا (٨٦)
Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)[327]. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. (Q.S. An Nisa (4): 86). [327] Penghormatan dalam Islam Ialah: dengan mengucapkan Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Seorang pemimpin harus memiliki sikap toleransi terlebih terhadap sesama pemimpin dan warganya, dia senantiasa menunjukkan yang tarbiyah, yang mendidik sehingga semestinya jika ada yang menyampaikan kata-kata yang bermakna mendzalimi dia maka, seorang pemimpin seharusnya  balik menyampaikan dengan kata-kata yang bermakna selamat.

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا (٦٣)
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (Q.S. Al Furqan (25): 63).

Para pemimpin terdahulu, Muhajirin dan Anshar membiasakan saling mendoakan, agar kedengkian dan dendam tidak tersimpan dalam kalbu, hati mereka, semoga kita kini dan kedepan diberikan hidaya, petunjuk oleh Allah Swt. demikian itu pula adanya insya Allah.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١٠)
 (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (Q.S. Al Hasyr (59): 10).

3. Hal Yang Mengganggu Kerjasama, antara Lain:

Sikap egois, mungkin karena merasa diri memiliki kelebihan dari segi: keilmuan, kehartabendaan, kesenioran, keturunan dan lain sebagainya dibanding yang lain, yang sesungguhnya hal-hal itu tidaklah dapat memberikan pengaruh secara positif yang hakiki tentang kualitas martabat dan pribadi seseorang.  Muslim yakin kemuliaan secara hakiki di dunia dan akhirat disisi Allah Swt. bagi seseorang hanyalah karena ketakwaannya.
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (١٣)
… Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. Al Hujarat (49): 13).

Sikap egois, orang yang selalu mementingkan diri sendiri, dapat menghancurkan sebuah kerja sama kelompok, sehingga jika ada anggota yang berwatak egois, sombong mestinya segera diarahkan, dibimbing dan jika tidak bisa menerima saran, nasihat maka, sebaiknya jangan dipertahankan karena pasti mengganggu kelompok yang besar tersebut.
إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا (٣٦)
… Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (Q.S. An Nisa (4): 36).

Semoga ada berkah dari Allah Swt.

0 komentar :