2. MAKNA BULAN SUCI RAMADHAN





    Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan di mana umat Islam melaksanakan ibadah lebih intensif daripada hari-hari biasa, bulan di mana Al-Qur’an diturunkan pertama kali kepada Nabi Muhammad Saw.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ (١٨٥)
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). (Q.S. Al Baqarah (2):185).

2. Dengan beribadah puasa maka yang bersangkutan terlindung dari perbuatan yang mengandung dosa seperti:
    Berbohong, memfitnah, menipu, berkata kotor, mencaci maki, membuat gaduh,      mengganggu orang lain, mencuri, berkelahi, dan segala perbuatan yang tercela menurut ajaran Islam.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ إِذَا كَانَ يَوْمُ صِيَامِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ بِفِطْرِهِ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
(NASAI - 2186) … Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua amal perbuatan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, ia untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Dan puasa itu adalah perisai. Jika salah seorang dari kalian berada pada hari puasa, maka tidak boleh melakukan rafats (berbicara keji yang termasuk di dalamnya adalah jima) dan tidak boleh membuat kegaduhan. Jika seseorang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh aroma mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah -pada hari kiamat- dari pada aroma minyak kesturi. Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, ia bergembira dengan keduanya: jika berbuka, ia bergenbira dengan berbukanya dan jika bertemu dengan Rabb-nya -Azza wa Jalla-, ia bergembira dengan puasanya."
3. Dengan mengamalkan ibadah puasa dengan sempurna, sesuai syariat Islam maka, seakan semuanya memenuhi syarat masuk surga dan seakan tidak ada orang yang memenuhi syarat untuk masuk neraka, karena semua muslim pada mantap dalam posisi ketakwaan yang sempurna.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ
(BUKHARI - 3035) … Rasulullah Saw. bersabda: "Apabila datang bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka sedang pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu".
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣)
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Q.S. Al Baqarah (2): 183).
Ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa di antara hikmah puasa adalah agar seorang hamba dapat mencapai derajat takwa dan puasa adalah sebab meraih derajat yang mulia ini, karena seseorang akan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya, dan dapat terwujud sebagaiberikut:
1.    Orang berpuasa akan mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan setiap yang Allah larang.  Ini semua dilakukan dalam rangka taqarrub atau mendekatkan diri pada Allah dan meraih pahala dari-Nya. Inilah bentuk takwa.
2.    Orang berpuasa dengan sebenarnya mampu untuk melakukan kesenangan-kesenangan duniawi, namun dia mengetahui Allah selalu mengawasi, ini juga salah satu bentuk takwa yaitu merasa  diawasi oleh Allah pada setiap saat.
3.  Ketika berpuasa, setiap orang akan semangat melakukan amalan-amalan ketaatan. Dan ketaatan merupakan jalan untuk mencapai takwa.
4. Muslim dengan penuh gembira dijiwai ketaatan, kecintaan dan harapan semata-mata kepada Allah Swt. ia bersungguh-sunguh akan mengamalkan dan menyempurnakan pelaksanaan ibadah puasa sebulan penuh tersebut. Hal inilah yang perintahkan Allah Swt.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (٢٠٨)
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S. Al Baqarah (2): 208).
Semoga ridha Allah Swt. atasnya.

0 komentar :