3. AMAL SHALEH & KESINAMBUNGANNYA




Amal shaleh:  perbuatan baik, perbuatan yang diwajibkan, disunnahkan, dan dibolehkan dalam ajaran Islam. Perbuatan menjauhkan diri dari amal yang haram atau dilarang oleh Allah Swt. Amal shaleh modal dan bekal untuk hidup selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat kelak, baik bagi: diri sendiri, keluarga, masyarakatnya dan bahkan orang lain pada umumnya.
Amal shaleh, kebajikan meliputi:


Beriman kepada:
1.        Allah,
2.        Hari kemudian,
3.        Malaikat-malaikat,
4.        Kitab-kitab,
5.        Nabi-nabi
Memberikan harta yang dicintai kepada:
1.        Kerabatnya,
2.        Anak-anak yatim,
3.        Orang-orang miskin,
4.        Musafir (yang memerlukan pertolongan)
5.        Dan orang-orang yang meminta-minta;
6.        Dan (memerdekakan) hamba sahaya,
7.        Mendirikan shalat,
8.        Dan menunaikan zakat;
9.        Menepati janjinya apabila ia berjanji,
10.    Sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan.
Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al Baqarah (2): 177).


1. Janji Allah bagi yang beriman dan beramal shaleh.
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٨٢)
Dan orang-orang yang beriman serta beramal shaleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (Q.S. Al Baqarah (2): 82).

2. Janji Allah yang sempurna bagi yang beriman dan beramal shaleh serta tidak zhalim.
وَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ (٥٧)
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim. (Q.S. Ali Imran (3): 57 ).
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا (١٢٤)
Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. (Q.S. An Nisa (4): 124).
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَجْرَى عَلَيْهِ أَجْرَ عَمَلِهِ الصَّالِحِ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُ وَأَجْرَى عَلَيْهِ رِزْقَهُ وَأَمِنَ مِنْ الْفَتَّانِ وَبَعَثَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمِنًا مِنْ الْفَزَعِ
(IBNUMAJAH - 2757) … Rasulullah Saw. bersabda: "Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan ribath (berjaga) di jalan Allah, maka ia akan diberikan pahala sesuai dengan pahala amal shaleh yang ia lakukan, diberikan kepadanya rezeki dan diamankan dari orang yang memfitnah dan Allah Swt. akan mengutusnya di hari kiamat dalam keadaan aman dari rasa takut."

Semoga ridha Allah Swt. atasnya.

0 komentar :