6 B. MEMAKMURKAN MASJID



Muslim memandang dan meyakini bahwa langgar, mushalla, masjid itu merupakan tempat yang strategis beribadah dengan berjamaah dan dilanjutkan dengan hubungan keperluan hidup lainnya seperti berbincang-bincang secara informal sebagai sesama muslim dengan sangat efesien dan efektif.  

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ (١٤٤)
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit [96], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al Baqarah (2): 144). [96] Maksudnya ialah Nabi Muhammad Saw. sering melihat ke langit berdoa dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah.

Umat Islam mengadakan musyawarah di Mekah pada tahun 1975 tentang masjid dan antara lain hasilnya,  menyangkut ruangan-ruangan yang mesti ada di masjid:


1.    Ruang shalat.
2.    Ruang musyawarah.
3.    Ruang berlatih para pemuda.
4.    Ruang membaca/perpustakaan.
5.    Ruang memandikan dan mengafani jenazah.
6.    Ruang kantor, pengaturan administrasi pengurus masjid.



Hal-hal yang mesti dijaga demi kelangsungan tepat guna dan kemakmuran masjid di tengah-tengah masyarakat:
1.    Perbuatan aniaya dan dosa besar bagi orang yang ada kesengajaan untuk menghalangi umat membangun dan memakmurkan masjid.
2.    Mereka yang punya usaha dengan sadar seperti di atas (1) tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), oleh karena itu mestilah umat Islam senantiasa waspada.
3.    Terhina di dunia dan terlebih kelak di akhirat mereka yang menghalangi kemajuan syiar Islam melalui masjid dan semacamnya.
4.    Timur dan barat bahkan alam semesta seluruhnya adalah kepunyaan Allah Swt. maka janganlah gampang terprovokasi sehingga kadang masalah arah kiblat yang  membuat kita selaku jamaah terjadi persengketaan dan lain sebagainya, yang semuanya pasti melemahkan orang Islam itu sendiri.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلا خَائِفِينَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (١١٤)وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (١١٥)
114.  Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (masjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat. 115.  Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah [83]. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Baqarah (2): 114-115). [83]  Di situlah wajah Allah maksudnya kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu di mana saja manusia berada, Allah mengetahui perbuatannya, karena ia selalu berhadapan dengan Allah.

Muslimin dan muslimat harus senantiasa waspada terhadap tipu daya yang sering dilancarkan oleh orang-orang munafik yang senantiasa bersungguh-sungguh untuk memecah belah muslimin dan muslimat, aksi mereka kadang seperti berikut:
1.    Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid sebagai alat usaha mereka dalam memusuhi muslimin dan muslimat.
2.    Mereka sungguh-sungguh untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), di tempat-tempat tertentu mereka tidak segan-segan menganiaya orang Islam.
3.    Untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin.
4.    Serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan rasul-Nya sejak dahulu.
5.    Ingat kadang mereka bersumpah atas nama Allah dan Rasul-Nya, dan hal tersebut sesungguhnya sekedar tipuan terhadap muslim.
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلا الْحُسْنَى وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (١٠٧)
Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu [660]. Mereka sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). (Q.S. At Taubah (9): 107).
[660] Orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu ialah seorang pendeta Nasrani bernama Abu 'Amir, yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya dari Syiria untuk beribadah di masjid yang mereka dirikan itu, serta membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum muslimin. Akan tetapi kedatangan Abu 'Amir ini tidak jadi karena ia mati di Syiria. Dan masjid yang didirikan kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah Rasulullah Saw.  berkenaan dengan wahyu yang diterimanya sesudah kembali dari perang Tabuk. 

Semoga bermanfaat.

0 komentar :