6. KEWAJIBAN IBADAH HAJI




Manusia yakin, hanya dengan aturan, syariat Islam berdasar Qur’an dan Hadits, dan akal yang sejalan dengan Qur’an dan Hadits hidup dan kehidupan menjadi layak, normal, wajar  dan patut, hidup damai, bersatu, saling menolong dalam kebaikan, saling menolong dalam mencegah, menghilangkan dosa dan permusuhan.
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الأمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ (١٨)
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (Q.S. Al Jaatsiyah (45): 18).


Islam, penyerahan diri secara keseluruhan semata-mata kepada Allah Swt. agama semua Nabi dan Rasul sejak Adam A.S. (manusia dan nabi serta rasul yang pertama dijelaskan Allah Swt.) hingga Muhammad Saw. (manusia dan nabi serta rasul yang terakhir/penutup dijelaskan Allah Swt.) semuanya mengakui ke-Esa-an Allah Swt. semuanya melarang mensyarikatkan Allah Swt. semuanya menganjurkan akhlak yang mulia, firman-Nya:
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (١٣٦)
Katakanlah (hai orang-orang beriman): "kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".(Q.S Al Baqarah (2): 136).

Rukun Islam:

1.    Syahadatain (dua kalimat syahadat).
2.    Mendirikan shalat.
3.    Menunaikan zakat.
4.    Berpuasa pada Bulan Ramadhan.
5.    Naik haji bagi yang mampu.

Rukun Islam sebagai pondasi, dasar pokok dalam cita-cita menjalankan syariat Islam dengan seutuhnya sesuai kemampuan yang dimiliki seseorang.  Rukun Islam yang kelima,  Naik haji bagi yang mampu, Secara fakta membutuhkan: 1)  ongkos yang cukup besar … 2) waktu yang cukup lama (±42 hari) … 3) kondisi yang cukup aman … dan lain sebagainya yang pada dasarnya suatu bentuk pengorbanan. Muslim memahami dan yakin walaupun sedemikian besar dan berat beban yang ditanggung ibadah haji tetap juga diusahakan semampu kita karena dia adalah syariat suci dari Allah dan Rasul-Nya.
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ
(BUKHARI - 7) : Rasulullah Saw. bersabda: "Islam dibangun di atas lima (landasan): persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan".
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ (١٩٦)
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.  … (Q.S. Al Baqarah (2): 196).

Berangkat ke Mekkah membaca talbiyah, shalawat dan do’a sebagai berikut:
لَبَّيْكَ اَللهُمَّ لَبَّيْكَ – لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ – اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ – لاَشَرِيْكَ لَكَ
Artinya: Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.   
اللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Artinya: Ya Allah limpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.
اللّهُم إِنَّ نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَتطكَ وَالنَّار. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keridhaan-Mu dan surga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”.

Sederhana dipahami bahwa dengan selesainya menunaikan ibadah haji seseorang diharapkan telah sempurna dalam pengamalan Islam dan dia terwujud sebagai pribadi yang sempurna dalam takwa yang sebenar-benarnya.

Semoga ada manfaat.

0 komentar :