AMANAH SIFAT UTAMA MUSLIM (1)





Hidup sebagai muslim mesti selalu banyak masalah dan tantangan, juga pengorbanan, maka harus dihadapi dengan memiliki konsistensi dalam sifat jujur,  amanah.  Harus ada konsistensi antara lisan dan perbuatan, teori dan tindakan, serta keputusan dan kegiatan, tidak hanya bil-lisan, tetapi juga bil-hal dan harus sepenuh pengabdian, jauhkan khianat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٧)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Q.S. Al Anfal (8): 27).

Amanah: lawan dari khianat. Amanah terjadi di atas ketaatan, ibadah, akhlak mulia, kesalehan. Dengan demikian, sikap amanah dapat berlangsung dalam lapangan yang sangat luas. Oleh karena itu, sikap amanah merupakan sesuatu yang dipercayakan untuk dijaga, dilindungi, dan dilaksanakan.[1]  Dan ini merupakan sifat fitrah bagi muslim, muslimah.
وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ (٥٨)
Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. (Q.S. Al Anfal (8): 58).

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. menjelaskan dengan singkat akibat dari hilangnya amanah dari kehidupan umat… dan sangat merugikan umat secara umum.
 حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
(BUKHARI - 57) … Hingga akhirnya Nabi Saw. menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata: "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang itu berkata: "saya wahai Rasulullah!". maka Nabi Saw. bersabda: "apabila sudah hilang amanah maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya: "bagaimana hilangnya amanah itu?" Nabi Saw. menjawab: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat".[2]

Dengan amanah yang menjadi sifat utama semua muslim, lebih khusus yang memegang amanah sebagai penanggung jawab kehidupan umat baik swasta terlebih bagi yang negeri atau pemerintah, maka kita ada harapan yang pasti mendapatkan kehidupan yang: aman, damai dan makmur serta diridhai oleh Allah Swt.

Semoga ada manfaatnya.  


[1] https://www.google.com/search?q=pengartian+amanah&ie=utf-8&oe=utf-8
[2] http://localhost:81/copy_open.php?imam=bukhari&nohdt=57

Komentar